Contoh Kata Pengantar, Definisi, Fungsi dan Penulisan

Kata Pengantar

Membuka sebuah buku, pada bagian awal kita akan mendapati sebuah halaman yang berjudul “Kata
Pengantar”. Pada artikel kali ini kita akan membahas apa itu kata pengantar dan bagaimana cara
membuatnya.

Definisi Kata Pengantar



Kata Pengantar adalah sebuah bagian dari buku/karya tulis berupa ucapan penulis atas terselesaikannya
karya tulis tersebut, baik dalam bentuk rasa syukur, ungkapan terima kasih atas berbagai pihak, kendala
yang dialami saat penulisan, permohonan maaf atas kekurangan, dsb.

Fungsi Kata Pengantar



Fungsi kata pengantar ialah menjelaskan pembaca tentang gambaran isi buku atau karya ilmiah. Jadi
kata pengantar tak hanya berisi ucapan terima kasih atau permohonan maaf dan sebagainya. Dari
penjelasan itu, diharapkan pembaca akan semakin tertarik menelaah isi buku/karya tulis.

Penulisan Kata Pengantar



Kata pengantar terdiri dari 3 bagian, yaitu pembukaan, isi, dan penutup.
Pembukaan berisi ucapan syukur kepada Tuhan Berisi ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa
Isi terdiri dari latar belakang penulisan karya ilmiah/buku, pihak-pihak yang membantu serta ucapan
terima kasih kepada mereka, serta sedikit penjelasan mengenai kandungan buku, harapan penulis, serta
manfaat bagi pembaca.

Dan penutup berupa kalimat “akhirul kalam”; bisa berupa pepatah, pantun dan sebagainya;
permohonan maaf atas segala kekurangan.
Lalu dibubuhi juga di bagian akhir berupa nama penulis, kota, dan tanggal penulisan tanpa dibubuhi
tanda tangan.



Contoh Kata Pengantar

Berikut ini adalah contoh dari tulisan kata pengantar:

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah swt yang terus menerus mengaruniakan nikmat kepada semua
makhluk-Nya. Serta sholawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad saw.

Tak terasa, setelah tiga bulan lamanya berkutat dengan berbagai rujukan, akhirnya buku ini bisa disusun
dan dihadirkan kepada sidang pembaca. Penulisan buku tentang literasi media ini memang singkat dan
mendesak, mengingat banyak hal yang terjadi di jagad maya belakangan yang mengancam perpecahan
bangsa. Salah satunya adalah penyebaran informasi palsu berisi hasutan kepada masyarakat.

Maka ucapan terima kasih penulis haturkan kepada istri dan kedua anak yang menjadi sumber motivasi
penulis menyelesaikan buku ini. Penulis tak ingin mereka menjadi korban rendahnya literasi media dan
informasi di zaman internet booming ini. Juga kepada teman-teman tempat berdiskusi.



Akhirul kalam, semoga buku ini bisa meningkatkan kesadaran masyarakat atas pentingnya menelaah
informasi sebelum menyebarkannya. Sehingga kegaduhan bisa diminimalisir. Kekurangan tentu saja
bertebaran pada buku ini, maka mohon jangan sungkan untuk menyampaikan kritik dan saran kepada
penulis.

Mukidi The Writer
Jakarta, 6 Oktober 2017.

Leave a Comment