Doa, Tata Cara, Waktu , Niat Dan Keutamaan Sholat Dhuha

Sholat dhuha merupakan salah satu sholat sunnah yang istimewa. Sholat dhuha mendapatkan memiliki banyak sekali manfaat baik dari segi kesehatan, rohani, dll

Waktu sholat dhuha

Waktu sholat dhuha terbentang sejak matahari naik hingga condong ke barat, tapi yang lebih utama adalah seperempat siang. Di Arab, waktu itu ditandai dengan padang pasir terasa panas dan anak unta beranjak. Sebagaimana sabda Rasulullah:

أَنَّ زَيْدَ بْنَ أَرْقَمَ رَأَى قَوْمًا يُصَلُّونَ مِنَ الضُّحَى فَقَالَ أَمَا لَقَدْ عَلِمُوا أَنَّ الصَّلاَةَ فِى غَيْرِ هَذِهِ السَّاعَةِ أَفْضَلُ. إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ صَلاَةُ الأَوَّابِينَ حِينَ تَرْمَضُ الْفِصَالُ

Bahwasanya Zaid bin Arqam melihat orang-orang mengerjakan shalat Dhuha (di awal pagi). Dia berkata, “Tidakkah mereka mengetahui bahwa shalat di selain waktu ini lebih utama. Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Shalat orang-orang awwabin (taat; kembali pada Allah) adalah ketika anak unta mulai kepanasan’” (HR. Muslim)

 Waktu yang Sangat Penting

“Demi matahari dan sinarnya pada pagi hari, demi bulan apabila mengiringinya, demi siang yang menampakkannya, demi malam apabila menutupinya, demi langit serta membinanya, demi bumi serta penghamparannya, demi jiwa serta penyempurnaannya, maka Dia mengilhamkan kepadanya kejahatan dan ketakwaannya, sungguh beruntung orang yang menyucikannya, dan sungguh rugi orang yang mengotorinya”(QS. As-Syams:1-10).

Istilah dhuha dapat ditemukan pada beberapa tempat dalam Al-Qur’an. Kita dapat menemukan istilah dhuha kurang lebih pada tujuh tempat. Di satu tempat (QS Thaha [20]:59; AI-‘Araf [7]:98; An-Nazi’at [79]:46), kata dhuha diartikan sebagai “pagi hari” atau sebagai “panas sinar matahari” di tempat lainnya (QS Thaha [20:119]). Istilah dhuha juga bisa mencakup kedua makna itu sehingga diartikan “sinar matahari di pagi hari” (QS As-Syams [91]:1).

Pada tempat lain (QS An-Nazi’at [79]:29), kata dhuha diartikan sebagai Siang yang terang. Namun, makna dhuha ini barangkali tidak merujuk pada keadaan terangnya siang di tengah hari yaitu waktu dzuhur.

Pada pembukaan surah AdDhuha, Allah berfirman, ”Demi waktu dhuha.” Imam Arrazi menerangkan bahwa Allah SWT setiap bersumpah dengan sesuatu, itu menunjukkan hal yang agung dan besar manfaatnya. Bila Allah bersumpah dengan waktu dhuha, berarti waktu dhuha adalah waktu yang sangat penting.

Baca :

Obat Sakit Gigi Berlubang

Tata cara sholat dhuha

Sholat dhuha dikerjakan dua rakaat salam – dua rakaat salam. Adapun jumlah rakaatnya, minimal dua rakaat. Rasulullah kadang mengerjakan sholat dhuha empat rakaat, kadang delapan rakaat. Namun sebagian ulama tidak membatasi. Ada yang mengatakan 12 rakaat, ada yang yang mengatakan bisa lebih banyak lagi hingga waktu dhuha habis.

عَنْ أُمِّ هَانِئٍ بِنْتِ أَبِى طَالِبٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَوْمَ الْفَتْحِ صَلَّى سُبْحَةَ الضُّحَى ثَمَانِىَ رَكَعَاتٍ يُسَلِّمُ مِنْ كُلِّ رَكْعَتَيْنِ

Dari Ummu Hani’ binti Abi Thalib , Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mengerjakan sholat dhuha sebanyak delapan rakaat. Pada setiap dua rakaat, beliau mengucap salam (HR. Abu Dawud; shahih).

Bacaan niat sholat dhuha
 

اُصَلِّيْ سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ اَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى

Usholli sunnatad dhuhaa rok’ataini mustaqbilal qiblati adaa-an lillaahi ta’aala.
Aku niat melakukan shalat sunat dhuha 2 rakaat, sambil menghadap qiblat, saat ini, karena Allah ta’ala. 
 

Surat pendek yang dibaca


Surat pendek yang dibaca setelah membaca surat Al Fatihah adalah surat Asy Syamsi pada rakaat pertama dan surat Ad Dhuha pada rakaat ke dua (pendapat Imam Jalal Suyuthi dalam Hawsyil Khothiib). Pendapat lain yang juga sama kuatnya adalah membaca surat Al Kafirun pada rakaat pertama dan surat al Ikhlash pada rakaat ke dua (pendapat Ibnu Hajar dan Imam Ramli). Para ulama sepakat menganjurkan untuk mengumpulkan dua pendapat tersebut dengan membaca surat Asy Syamsi pada rakaat pertama dan Al Kafirun pada rakaat kedua, pada 2 rakaat pertama.  Selanjutnya pada 2 rakaat selanjutnya, membaca ad Dhuha pada rakaat pertama dan al Ikhlash pada rakaat ke dua. Untuk rakaat-rakaat selanjutnya, membaca surat al Kafirun pada rakaat pertama dan al Ikhlash pada rakaat ke dua.
 

Tata caranya sama dengan sholat sunnah dua rakaat pada umumnya, yaitu:

  1. Niat
  2. Takbiratul ikram, lebih baik jika diikuti dengan doa iftitah
  3. Membaca surat Al Fatihah
  4. Membaca surat atau ayat Al Qur’an. Bisa surat Asy Syams atau lainnya.
  5. Ruku’ dengan tuma’ninah
  6. I’tidal dengan tuma’ninah
  7. Sujud dengan tuma’ninah
  8. Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah
  9. Sujud kedua dengan tuma’ninah
  10. Berdiri lagi untuk menunaikan rakaat kedua
  11. Membaca surat Al Fatihah
  12. Membaca surat atau ayat Al Qur’an. Bisa surat Adh Dhuha atau lainnya.
  13. Ruku’ dengan tuma’ninah
  14. I’tidal dengan tuma’ninah
  15. Sujud dengan tuma’ninah
  16. Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah
  17. Sujud kedua dengan tuma’ninah
  18. Tahiyat akhir dengan tuma’ninah
  19. Salam
http://bersamadakwah.net/tata-cara-sholat-dhuha-sesuai-hadits-shahih/

Syarat sah sholat dhuha

Syarat sah sholat dhuha sama seperti sholat pada umumnya. Sebelum sholat disyaratkan suci dari hadats kecil dan hadats besar; suci badan, pakaian dan tempat dari najis; menutup aurat; tahu masuknya waktu sholat tersebut; dan menghadap kiblat.

Doa sholat dhuha

Doa Sholat Dhuha – Sahabat, Kali ini kita akan membahas tentang Doa Sholat Dhuha. Tidak hanya tentang doa sholat dhuha saja, saya juga di sini akan membahas tuntas segala sesuatu yang berkaitan dengan sholat dhuha, sholat sunnah, shalat dhuha, cara sholat dhuha, manfaat sholat dhuha, waktu sholat dhuha, niat shalat, dan sebagainya

Sebelum itu kamu sudah tahu belum manfaat dan keutamaan sholat dhuha ? kalau belum baca artikel ini ya sampai selesai, biar kita menjadi lebih semangat lagi dalam melaksanakannya.

Sholat dhuha merupakan sunah yang disyariatkan oleh Rasulullah Saw. Selain nantinya saya akan menunjukkan doa Sholat Dhuha secara lengkap, saya di sini juga akan menjelaskan secara tuntas segala hal yang berkaitan tentang sholat dhuha.

Berikut ini merupakan bacaan doa sholat dhuha dalam bahasa arab

اَللهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ. اَللهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقَى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

Doa Sholat Dhuha Terjemahan

 “Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagunan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Ya Allah, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hambaMu yang soleh”.

http://ceritaislami.net/panduan-sholat-dhuha-niat-dan-bacaan-doa-sholat-dhuha/


Doa setelah sholat dhuha

Setelah melakukan sholat dhuha, maka kita disunnahkan berdoa, berikut doa setelah sholat  dhuha

اَللّهُمَّ اِنَّ الضُّحَاءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَائُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ اَللّهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَاءِ فَاَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَاَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسِّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَائِكَ وَبَهَائِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ اَتِنِى مَااَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ



ALLAAHUMMA INNADH DHUHAA-A DHUHAA-UKA, WAL BAHAA-A BAHAA-UKA, WAL JAMAALA JAMAALUKA, WAL QUWWATA QUWWATUKA, WAL QUDRATA QUDRATUKA, WAL ‘ISHMATA ‘ISHMATUKA. ALLAAHUMA INKAANA RIZQII FIS SAMMA-I FA ANZILHU, WA INKAANA FIL ARDHI FA-AKHRIJHU, WA INKAANA MU’ASSARAN FAYASSIRHU, WAINKAANA HARAAMAN FATHAHHIRHU, WA INKAANA BA’IIDAN FA QARRIBHU, BIHAQQI DUHAA-IKA WA BAHAA-IKA, WA JAMAALIKA WA QUWWATIKA WA QUDRATIKA, AATINII MAA ATAITA ‘IBAADAKASH SHAALIHIIN. 

“Wahai Tuhanku, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Wahai Tuhanku, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi, maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hambaMu yang soleh.” 

Keutamaan Sholat Dhuha

Shalat Dhuha itu memiliki keutamaan dan faedah yang sangat agung

  1. Orang yang mengerjakan shalat Dhuha selalu berada dalam penjagaan dan perlindungan dari Allah  sepanjang hari
  2.  Dosa-dosanya dihapuskan
  3. Terjaga dari perbuatan-perbuatan buruk
  4.  Dimasukkan ke dalam golongan muhsinîn (orang-orang berbuat ihsan), ahli ibadah dan menjadi golongan yang beruntung; dibangunkan rumah di dalam surge
  5. Memperoleh pahala seperti pahala menunaikan haji dan umrah; serta sepadan dengan sedekah 360 kali. Pahadal sedekah ini menjadi kewajiban setiap ruas tubuh manusia setiap harinya.

Fadhilah Sholat Dhuha


Hadist berbicara mengenai keutamaan shalat Dhuha, di antaranya adalah sebagai berikut:


أَبِيْ ذَرٍّ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ : يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلَامَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيْحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيْدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيْلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيْرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوْفِ صَدَقَةٌ وَنَهْيٌ عَنِ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنْ الضُّحَى .


“Diriwayatkan dari Abu Dzar a dari Nabi n bahwa Beliau bersabda, ‘Setiap ruas tubuh masing-masing dari kalian setiap harinya memiliki kewajiban untuk bersedekah. Setiap tasbih (memahasucikan Allah) adalah sedekah; setiap tahmid (memuji Allah) adalah sedekah; setiap tahlil (membaca lâ ilaha illallâh) adalah sedekah; setiap takbir (memahabesarkan Allah) adalah sedekah; memerintahkan kemakrufan adalah sedekah dan mencegah kemunkaran adalah sedekah. Namun itu semua dapat diganti dengan dua rakaat yang dikerjakan oleh seseorang dari waktu dhuha (mengerjakan shalat Dhuha)’.” (HR. Muslim)


بُرَيْدَةَ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ : فِي الْإِنْسَانِ سِتُّوْنَ وَثَلَاثُ مِائَةِ مَفْصِلٍ فَعَلَيْهِ أَنْ يَتَصَدَّقَ عَنْ كُلِّ مَفْصِلٍ مِنْهَا صَدَقَةً . قَالُوْا : فَمَنْ الَّذِيْ يُطِيْقُ ذَلِكَ يَا رَسُوْلَ اللَّهِ ؟ قَالَ : النُّخَاعَةُ فِي الْمَسْجِدِ تَدْفِنُهَا أَوْ الشَّيْءُ تُنَحِّيْهِ عَنِ الطَّرِيْقِ فَإِنْ لَمْ تَقْدِرْ فَرَكْعَتَا الضُّحَى تُجْزِئُ عَنْكَ .


“Diriwayatkan dari Buraidah a bahwa ia berkata: Aku telah mendengar Rasulullah n bersabda, ‘Pada diri manusia terdapat tiga ratus enam puluh tiga ruas. Ia memiliki kewajiban bersedekah atas setiap ruas tersebut.’ Para sahabat bertanya, ‘Siapakah yang mampu melakukan hal itu, wahai Rasulullah?’ Beliau bersabda, ‘Ludah di dalam masjid yang ia timbun (dibersihkan) atau sesuatu (penghalang) yang ia singkirkan dari jalanan (bisa mewakili kewajiban sedekah). Jika engkau belum mampu, dua rakaat shalat Dhuha sudah memadai untuk mewakili kewajibanmu bersedekah’.”


أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : أَوْصَانِيْ خَلِيْلِيْ بِثَلَاثٍ لَا أَدَعُهُنَّ حَتَّى أَمُوْتَ صَوْمِ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ وَصَلَاةِ الضُّحَى وَنَوْمٍ عَلَى وِتْرٍ .


“Diriwayatkan dari Abu Hurairah a bahwa ia berkata, ‘Kekasihku (Rasulullah) memberikan pesan (wasiat) kepadaku dengan tiga hal yang tidak pernah aku tinggalkan hingga aku meninggal nanti. Yaitu puasa tiga hari setiap bulan, shalat Dhuha, dan tidur dalam keadaan sudah mengerjakan shalat witir’.” (HR. Bukhari)


أَبِيْ سَعِيْدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ : كَانَ رَسُوْلُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي الضُّحَى حَتَّى نَقُوْلَ لَا يَدَعُهَا وَيَدَعُهَا حَتَّى نَقُوْلَ لَا يُصَلِّيْهَا


“Diriwayatkan dari Abu Sa‘id Al-Khudri bahwa ia berkata, ‘Adalah Rasulullah n mengerjakan shalat Dhuha sehingga kami katakan bahwa Beliau tidak pernah meninggalkannya. Namun ternyata Beliau pun pernah meninggalkannya sehingga kami katakan bahwa Beliau tidak pernah mengerjakannya’.” (HR. Tirmidzi dan dinilai hasan olehnya)


نُعَيْمِ بْنِ هَمَّارٍ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ : يَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ : يَا ابْنَ آدَمَ لَا تُعْجِزْنِيْ مِنْ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ فِيْ أَوَّلِ نَهَارِكَ أَكْفِكَ آخِرَهُ .


“Diriwayatkan dari Nu‘aim bin Hammar a bahwa ia berkata: Aku telah mendengar Rasulullah n bersabda, ‘Allah f berfirman, ‘Wahai anak Adam, janganlah kamu merasa lemah (kehilangan kesempatan) untuk beribadah kepada-Ku dengan cara mengerjakan shalat empat rakaat di awal waktu siangmu, niscaya akan Aku cukupkan untukmu di akhir harimu’.” (HR. Abu Dawud)


Yang dimaksud dengan ‘mencukupkan’ adalah melindunginya dari segala bencana dan kejadian yang merugikan. Bisa juga yang dimaksud adalah menjaganya dari dosa-dosa dan memberikan maaf kepadanya manakala ia sudah telanjur melakukan dosa, atau dengan pengertian yang lebih luas lagi.

Ini adalah penjelasan dari Imam Suyuthi dan Imam Syaukani.
Diriwayatkan dari Anas secara marfu‘, “Barangsiapa mengerjakan shalat Dhuha sebanyak dua belas rakaat, maka Allah f akan membangunkan untuknya sebuah rumah di dalam surga.”


  • أَبِيْ هُرَيْرَةَ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : مَنْ حَافَظَ عَلَى شُفْعَةِ الضُّحَى غُفِرَ لَهُ ذُنُوْبُهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ .


“Diriwayatkan dari Abu Hurairah a bahwa Rasulullah n bersabda, ‘Barangsiapa memelihara pelaksanaan shalat Dhuha yang genap jumlah rakaatnya, maka diampunilah dosa-dosanya, sekalipun banyaknya laksana buih lautan’.” (HR. Tirmidzi)


  • عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ الْجُهَنِيِّ أَنَّ رَسُوْلَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَقُوْلُ : يَا ابْنَ آدَمَ اكْفِنِيْ أَوَّلَ النَّهَارِ بِأَرْبَعِ رَكَعَاتٍ أَكْفِكَ بِهِنَّ آخِرَ يَوْمِكَ .


“Diriwayatkan dari Uqbah bin Amir Al-Juhani bahwa Rasulullah n bersabda, ‘Sesungguhnya Allah f berfirman, ‘Wahai anak Adam (manusia), cukupkan untuk-Ku di awal waktu siang (dhuha) dengan mengerjakan shalat empat rakaat, niscaya Aku cukupkan untukmu dengannya pada akhir harimu’.” (Hadits shahih yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Abu Ya‘la)


Wasiat Khusus dari Rasulullah

“Shalat Dhuha adalah wasiat khusus dari Nabi ` kepada Abu Hurairah dan kepada seluruh umat beliau secara umum.” (Imam Thabari)

“Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa ia berkata, ‘Kekasihku (Rasulullah) memberikan pesan (wasiat) kepadaku dengan tiga hal yang tidak pernah aku tinggalkan hingga aku meninggal nanti. Yaitu puasa tiga hari setiap bulan, shalat Dhuha, dan tidur dalam keadaan sudah mengerjakan shalat witir’.” (HR. Bukhari)

Jelas dari hadits tersebut, bahwasanya Rasulullah mewasiatkan umatnya untuk sebisa mungkin merutinkan shalat Dhuha!

Shalat Dhuha Bernilai Sedekah bagi seluruh persendian tubuh manusia

 “Diriwayatkan dari Buraidah a bahwa ia berkata: Aku telah mendengar Rasulullah bersabda, ‘Pada diri manusia terdapat tiga ratus enam puluh tiga ruas. Ia memiliki kewajiban bersedekah atas setiap ruas tersebut.’ Para sahabat bertanya, ‘Siapakah yang mampu melakukan hal itu, wahai Rasulullah?’ Beliau bersabda, ‘Ludah di dalam masjid yang ia timbun (dibersihkan) atau sesuatu (penghalang) yang ia singkirkan dari jalanan (bisa mewakili kewajiban sedekah). Jika engkau belum mampu, dua rakaat shalat Dhuha sudah memadai untuk mewakili kewajibanmu bersedekah’.”

Dari Abu Dzar al-Ghifari ra, ia berkata bahwa Nabi Muhammad saw bersabda: “Di setiap sendiri seorang dari kamu terdapat sedekah, setiap tasbih (ucapan subhanallah) adalah sedekah, setiap tahmid (ucapan alhamdulillah) adalah sedekah, setiap tahlil (ucapan lailahaillallah) adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, mencegah dari kemungkaran adalah sedekah. Dan dua rakaat Dhuha diberi pahala,” (HR Muslim).

4. Ghanimah (keuntungan) yang besar

Dari Abdullah bin `Amr bin `Ash radhiyallahu `anhuma, ia berkata:

Rasulullah saw mengirim sebuah pasukan perang.

Nabi saw berkata: “Perolehlah keuntungan (ghanimah) dan cepatlah kembali!”.

Mereka akhirnya saling berbicara tentang dekatnya tujuan (tempat) perang dan banyaknya ghanimah (keuntungan) yang akan diperoleh dan cepat kembali (karena dekat jaraknya).

Lalu Rasulullah saw berkata; “Maukah kalian aku tunjukkan kepada tujuan paling dekat dari mereka (musuh yang akan diperangi), paling banyak ghanimah (keuntungan) nya dan cepat kembalinya?”

Mereka menjawab; “Ya!”

Rasul SAW berkata lagi: “Barangsiapa yang berwudhu’, kemudian masuk ke dalam masjid untuk melakukan shalat Dhuha, dia lah yang paling dekat tujuanannya (tempat perangnya), lebih banyak ghanimahnya dan lebih cepat kembalinya,” (Shahih al-Targhib: 666)

5. Dibangunkan Sebuah rumah di surga

Bagi yang rajin mengerjakan shalat Dhuha, maka ia akan dibangunkan sebuah rumah di dalam surga. Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadits Nabi Muahammad saw: “Barangsiapa yang shalat Dhuha sebanyak empat rakaat dan empat rakaat sebelumnya, maka ia akan dibangunkan sebuah rumah di surga,” (Shahih al-Jami`: 634)

Diriwayatkan dari Anas secara marfu‘, “Barangsiapa mengerjakan shalat Dhuha sebanyak dua belas rakaat, maka Allah akan membangunkan untuknya sebuah rumah di dalam surga.”

Nabi Muhammad saw bersabda,”Di dalam surga terdapat pintu yang bernama bab al dhuha (pintu dhuha) dan pada hari kiamat nanti ada  yang memanggil,’dimana orang yang senantiasa mengerjakan shalat dhuha?’inilah pintu kamu, masuklah dengan kasih sayang (rahmat) Allah”.

6. Shalat Dhuha di Awal Pagi, Ganjaran Langsung di Sore Hari

Dari Abu Darda’ ra, ia berkata bahwa Rasulullah SAW berkata: Allah ta`ala berkata: “Wahai anak Adam, shalatlah untuk-Ku empat rakaat dari awal hari, maka Aku akan mencukupi kebutuhanmu (ganjaran) pada sore harinya” (Shahih al-Jami: 4339).

“Diriwayatkan dari Nu‘aim bin Hammar a bahwa ia berkata: Aku telah mendengar Rasulullah bersabda, ‘Allah berfirman, ‘Wahai anak Adam, janganlah kamu merasa lemah (kehilangan kesempatan) untuk beribadah kepada-Ku dengan cara mengerjakan shalat empat rakaat di awal waktu siangmu, niscaya akan Aku cukupkan untukmu di akhir harimu’.” (HR. Abu Dawud)

7. Pahala Umrah

Dari Abu Umamah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang keluar dari rumahnya dalam keadaan bersuci untuk melaksanakan shalat wajib, maka pahalanya seperti seorang yang melaksanakan haji. Barang siapa yang keluar untuk melaksanakan shalat Dhuha, maka pahalanya seperti orang yang melaksanakan `umrah…” (Shahih al-Targhib: 673).

8. Ampunan Dosa

“Siapa pun yang melaksanakan shalat dhuha dengan langgeng, akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak buih di lautan,” (HR Tirmidzi). Sumber : http://www.ummi-online.com/8-manfaat-dan–keutamaan-shalat-dhuha-yang-perlu-diketahui.html

Doa Keutamaan Sholat Dhuha


Yang pertama adalah manfaat kesehatan, shalat Dhuha sangat tidak hanya bermanfaat hanya untuk spiritual tetapi juga untuk kesehatan. Mengapa itu terjadi? Hal ini karena dalam shalat Dhuha ada beberapa gerakan yang harus dilakukan, sehingga shalat Dhuha juga dapat digunakan sebagai salah satu kegiatan sepanjang tahun.

1. Olahraga tanpa disadari
Penjelasan itu sendiri berdoa Dhuha dilakukan saat masih pagi sekitar 08:00 untuk sholat dhuhur , dan jam – jam adalah waktu yang sangat baik untuk berolahraga, sehingga berdoa Dhuha sebesar latihan karena nantinya dapat digunakan untuk menjaga tulang dan otot karena kesehatan masing-masing bergerak bersama, mulai dari tangan, siku di lutut dan kakinya. Gerakan shalat manfaat benar-benar dapat memberikan efek latihan tanpa menyadarinya.

2. aliran darah
Shalat Dhuha, tetapi juga membantu meningkatkan sirkulasi darah dalam tubuh manusia karena semua gerakan shalat Dhuha sangat lengkap. Mengangkat berbagai kedua tangan, membungkuk ketika gerakan busur, kemudian juga gerakan penyisihan di mana kepala lebih kecil dari tubuh dan darah juga mengalir ke kepala dan kemudian, ketika aliran darah dinormalkan lagi duduk.

3. Menormalkan Hormon Produksi
Hal ini juga sangat berguna untuk menormalkan produksi hormon dalam tubuh. Jadi shalat Dhuha adalah benar-benar cara yang sangat berguna dan efektif untuk menjaga kesehatan tubuh, baik untuk bagian tubuh, organ sampai beberapa cairan dan juga hormon dalam tubuh.

4. Penciptaan lebih tenang hidup
Selain bermanfaat untuk menjaga kesehatan, karena beberapa gerakan yang sangat mempengaruhi kondisi tubuh, shalat Dhuha juga sangat berguna untuk menjaga semangat, yang kemudian akan menjadi lebih tenang hidup, terutama jika tawaran itu terbuka dan mudah dalam mendapatkan dukungan.

5. Hilangkan Stres
Juga shalat Dhuha atau shalat lainnya akan membantu umat Islam untuk bisa mendapatkan ketenangan pikiran untuk menghindari stres. Stres itu sendiri adalah sesuatu yang sangat mengganggu dan dapat menimbulkan risiko berbagai penyakit. Wudhu awal benar-benar mampu membuat pikiran dan pikiran menjadi tenang, tetapi ketika dikombinasikan dengan shalat Dhuha secara alami akan jauh lebih tenang. Jadi, menurut kebanyakan orang, berdoa Duha Anda akan mendapatkan ketenangan dan rezeki tanpa masalah, sehingga beberapa Muslim melakukan / menjalankan sholat dhuha setiap hari.


6. Wajah Bersih
Selain beberapa manfaat di atas, shalat Dhuha juga sangat bermanfaat untuk kecantikan yang saat ini wajah berwudhu akan dicuci dengan air murni sehingga kulit akan selalu tetap bersih. Kemudian melakukan wudhu dan juga waktu untuk mencuci wajah Anda dengan kursus yang tepat akan membentang kulit sehingga tidak mudah rusak dan memberikan manfaat begitu muda.

7. Wajah Berseri
Juga, menjalankan shalat dhuha dan doa 5 kali tentu keindahan alam akan bersinar dengan sendirinya sehingga setelah wudhu dan doa biasanya wajah seseorang akan terlihat lebih bercahaya. Terseut dan juga memiliki banyak untuk membuktikan.
Manfaat shalat Dhuha untuk sukses
Selain berusaha, berdoa juga merupakan cara untuk mendapatkan kesuksesan bagi semua orang, bagi umat Islam untuk berdoa sendiri adalah dengan menjalankan shalat, termasuk shalat Dhuha.

8. Buka Pintau Rezeki
Pada dasarnya shalat Dhuha sangat bermanfaat untuk membuka pintu untuk dukungan mereka, dan tidak hanya itu, juga akan membantu dalam mencapai kesuksesan. Tetapi keberhasilan tidak dapat dicapai hanya melalui doa, tanpa usaha, oleh karena itu, untuk menjadi lebih seimbang dan juga berkat, segala sesuatu harus dilakukan adalah untuk mencoba dan ditopang oleh doa, satu menjalankan shalat dhuha. Jadi itu bagian dari apa yang perlu diketahui semua umat Islam tentang manfaat shalat Dhuha.

Cara Kerja dan Komponen Piston

Dalam sebuah mesin piston, batang piston (bahasa Inggris:connecting rod atau conrod) menghubungkan piston ke crank atau poros engkol. Bersama dengan crank, sistem ini membentuk mekanisme sederhana yang mengubah gerak lurus/linear menjadi gerak melingkar.

Batang piston juga dapat mengubah gerak melingkar menjadi gerak linear. Dalam sejarahnya, sebelum ada pengembangan mesin, batang piston digunakan untuk hal ini terlebih dahulu.

Karena batang piston itu kaku, maka ia dapat meneruskan tarikan dan dorongan, sehingga batang pistonnya dapat merotasi crank melalui kedua bagian dari revolusi, yaitu tarikan piston dan dorongan piston. Mekanisme generasi awal, misalnya pada rantau, hanya dapat menarik. Dalam beberapa mesin 2 tak, batang pistonnya hanya digunakan untuk mendorong.

Sekarang ini, batang piston paling umum ditemukan pada mesin-mesin pembakaran dalam, seperti pada mesin mobil. Desain batang piston sekarang ini berbeda dengan batang piston zaman dahulu yang digunakan pada mesin uap dan mesin lokomotif.

Piston berfungsi sebagai alat penampang untuk menahan tekanan pada saat langah kompresi dan langkah tenaga. Piston dapat digolongkan menurut :

  1. Bahannya: besi tuang, semi baja dan campuran alumunium
  2. Bentuk puncak atau bentuk tamengnya: rata,  , miring, atau cekung
  3. Kelonggaran silinder: konstan atau berubah – ubah
  4. Jumlah ring/cincinnya: dua, dan tiga

Cara Kerja Piston :

Piston bergerak lurus bolak – balik didalam silinder bersama ring piston. Piston bisa bergerak turun naik karena ada proses langkah tenaga sehingga piston bisa turun naik. kemudian dari energi gerak piston turun naik kemudian dirubah menjadi energi putar dengan adanya stang piston kemudian diteruskan ke poros engkol ( Crank Shaft )

Perbedaan Piston Mesin 2 Tak, dan Piston Mesin 4 Tak

1. Piston Mesin 2 Tak
 

Piston mesin 2 tak hanya mempunai 2 ring piston, yakni ring kompresi atas dan ring kompresi bawah. Piston 2 tak tidak mempunyai ring oli, karena pada mesin 2 tak Poros engkol, stang piston, piston dan komponen penggerak lainnya tidak terlumai engan oli mesin. Maka dari itu piston 2 tak tidak ring oli. Dengan oli samping lah komponen piston dilumasi. 

Dan pada badan piston 2 tak biasanya ada yang biasa polos dan ada juga yang bolong – bolong.

2. Piston Mesin Bensin 4 Tak

Piston mesin 4 tak pada umumnya memiliki 3 ring piston, yakni ring kompresi atas, ring kompresi bawah, dan ring oli. Berbeda dengan piston mesin 2 tak yang memiliki 2 ring piston. Karena mesin 4 tak komponen penggerak piston terlumasi dengan oli.

Pada permukaan atau tameng piston biasanya ada yang rata, miring atau cekung fungsinya sama saja sebagai ruang bakar.

KOMPONEN – KOMPONEN MESIN DAN FUNGSINYA

Mesin terdapat beberapa komponen :

1. Blok silinder (Cylinder Block)

fungsi : sebagai tempat untuk menghasilkan energi panas dari proses pembakaran bahan bakar.

2. Torak (piston)

fungsi : untuk memindahkan tenaga yang diperoleh dari hasil pembakaran bahan bakar ke poros engkol (crank shaft) melalui batang torak (connecting road).

3. Cincin Torak (Ring piston)

fungsi: – Mencegah kebocoran gas bahan bakar saat langkah kompresi dan usaha.

– Mencegah masuknya oli pelumas ke ruang bakar. 

– Memindahkan panas dari piston ke dinding silinder.

4. Batang Torak (Connecting Rod)

fungsi: Menerima tenaga dari piston yang diperoleh dari pembakaran bahan bakar dan meneruskannya keporos engkol.

5. Poros Engkol (crank shaft)

fungsi: Mengubah gerak naik turun torak menjadi gerak berputar yang akhirnya menggerakkan roda-roda.

6. Bantalan (Bearing)

fungsi: Mencegah keausan dan mengurangi gesekan pada poros engkol.

7. Roda Penerus (Fly Wheel)

fungsi: Menyimpan tenaga putar ( inertia ) yang dihasilkan pada langkah usaha, agar poros engkol tetap berputar terus pada langkah lainnya.

8. Katup (Valve)

fungsi: Membuka dan menutup saluran masuk dan saluran buang.

9. Pegas Katup (Valve Spring)

fungsi: Mengembalikan katup pada kedudukan/posisi semula dan memberi tekanan pada katup agar dapat menutup dengan rapat.

10. Tuas Katup ( Rocker arm )

fungsi: Menekan katup – katup sehingga dapat membuka.

11. Batang pendorong ( push rod )

fungsi: Meneruskan gerakan valve lifter ( pengangkat katup ) ke rocker arm.

12. Pengangkat Katup ( Valve Lifter )

fungsi: Memindahkan gerakan camshaft ( poros nok ) ke rocker arm melalui push rod.

13. Poros Bubungan / Poros Nok ( camshaft )

fungsi: Membuka dan menutup katup sesuai dengan waktu ( Timming ) yang telah ditentukan.

14. Karter ( Oil Pan )

fungsi: Menampung oli pelumas.

15. Pena Torak ( Piston pin )

fungsi: Menghubungkan torak dengan connecting rod melalui lubang bushing.

16. Bantalan Luncur Aksial ( Thrust Waser )

fungsi: Menahan poros engkol agar tidak bergerak/bergeser maju-mundur.

17. Timming Chain : rantai timing / Timing Belat : sabuk timing

fungsi: Menghubungkan gerak putar poros engkol keporos nok.

18. Kepala Silinder ( Cylinder Head )

fungsi: Tempat kedudukan mekanisme katup, ruang bakar, busi dan sebagai tutup blok silinder.

19. Dudukan Katup ( Valve Seat )

fungsi: Tempat dudukan katup saat menutup.

Demikian informasi mengenai Cara Kerja Dan Komponen Piston. Semoga dapat bermanfaat untuk anda baik itu Cara Kerja Dan Komponen Piston

Niat, Doa Dan Tata Cara Mandi Wajib Atau Junub

Pengertian Mandi Wajib

Mandi adalah mengalirkan air suci mensucikan ke seluruh tubuh. Dasar hukumnya adalah firman Allah:

“… dan jika kamu junub maka mandilah” (QS Al Maidah: 6)

Mandi wajib atau mandi junub atau mandi besar atau mimpi mandi basah adalah mandi yang diwajibkan bagi seorang muslim untuk membersihkan diri dari hadast besar . Apabila seseorang muslim belum melaksanakan mandi wajib saat dapat hadast besar maka dia tidak dapat menunaikan sholat.

Tata Cara Mandi Wajib

Dari Aisyah dan Maimunah RA: bahwasanya Rasulullah saw jika mandi junub – mau mandi – memulai dengan mencuci dua tangannya dua atau tiga kali, kemudian menuangkan air dari kanan ke kiri, lalu membersihkan kemaluannya, lalu berwudhu sebagaimana wudhu untuk shalat, kemudian mengambil air dan dimasukkan ke pangkal rambut, kemudian membasuh kepalanya tiga guyuran sepenuh tangannya, kemudian mengguyurkan air ke seluruh badan, lalu membasuh kakinya

Berikut urutan-urutan tata cara mandi wajib yang benar, adalah sebagai berikut:

  1. Mencuci kedua tangan dengan tanah atau sabun lalu mencucinya sebelum dimasukkan ke wajan tempat air.
  2. Menumpahkan air dari tangan kanan ke tangan kiri.
  3. Mencuci kemaluan dan dubur.
  4. Najis-najis dibersihkan.
  5. Berwudhu sebagaimana untuk shalat, dan menurut jumhur disunnahkan untuk mengakhirkan mencuci kedua kaki.
  6. Memasukan jari-jari tangan yang basah dengan air ke sela-sela rambut, sampai ia yakin bahwa kulit kepalanya telah menjadi basah.
  7. Menyiram kepala dengan 3 kali siraman.
  8. Membersihkan seluruh anggota badan.
  9. Mencuci kaki.

Sunnah-sunnah yang Dianjurkan saaat dalam Mandi Wajib:

  1. Membaca basmalah.
  2. Membasuh kedua tangan sebelum memasukkan ke dalam air
  3. Berwudhu` sebelum mandi Aisyah RA berkata,`Ketika mandi janabah, Nabi SAW berwudhu seperti wudhu` orang shalat. (HR Bukhari dan Muslim).
  4. Menggosokkan tangan ke seluruh anggota tubuh. Hal ini untuk membersihkan seluruh anggota badan.
  5. Mendahulukan anggota kanan dari anggota kiri seperti dalam berwudhu’

Hal-hal yang mewajibkan Mandi Wajib

Seseorang di wajibkan mandi wajib di karenakan beberapa hal sehingga dia berada dalam keaadan berhadats besar,

  1. Karena bersetubuh baik keluar mani atau tidak.
  2. Haid (menstruasi)
  3. Nifas, yaitu darah yang keluar dari rahim wanita setelah melahirkan.
  4. Karena keluar mani dalam keadaan sadar atau mimpi.
  5. Meninggal dunia
  6. Masuk Islam

Hal-hal yang Dilarang Bagi Orang yang Berjunub

Orang bersetubuh atau keluar mani disebut juga janabat/junub, Orang-orang yang berjunub tidak boleh melakukan hal-hal di bawah ini :

  1. Shalat
  2. Membaca Al Quran
  3. Menyentuh dan Mengangkat Alquran
  4. Berdiam diri di dalam mesjid
  5. Thawaf

Hal-hal yang Dilarang Bagi Orang yang Haid

  1. Shalat
  2. Thawaf
  3. Bersetubuh dan Bersenang-senang dengan apa yang antara pusat dan lutut.
  4. Menyentuh dan Mengangkat Alquran
  5. Berdiam diri di dalam mesjid

Rukun Mandi Wajib

  1. Niat, karena hadits Nabi: Sesungguhnya amal itu dengan niat. Dan juga untuk membedakannya dari kebiasaan, dan tidak disyaratkan melafalkannya, karena tempatnya ada di hati.
  2. Membasuh seluruh tubuh, karena firman Allah: “… (jangan pula hampiri masjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi.” (QS. An Nisa: 43). Dan hakikat mandi adalah meratakan air ke seluruh tubuh.
  3. Mazhab Hanafi menambahkan rukun ketiga yaitu: berkumur, menghisap air ke hidung, yang keduanya sunnah menurut imam lainnya.

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2011/09/28/14948/fiqih-thaharah-hukum-haidh-nifas-dan-jinabat-serta-mandi/#ixzz3pv2KRbn6 

Niat Mandi Wajib 

Untuk mandi wajib harus disertai tata cara dan niat mandi wajib yang benar sehingga apabila tidak benar maka kemungkinan besar mandi wajibnya tidak sah.

Aisyah RA berkata, “Ketika mandi janabah, Nabi SAW memulainya dengan mencuci kedua tangannya, kemudian ia menumpahkan air dari tangan kanannya ke tangan kiri lalu ia mencuci kemaluannya kemudia berwudku seperti wudhu` orang shalat. Kemudian beliau mengambil air lalu memasukan jari-jari tangannya ke sela-sela rambutnya, dan apabila ia yakin semua kulit kepalanya telah basah beliau menyirami kepalnya 3 kali, kemudia beliau membersihkan seluruh tubhnya dengan air kemudia diakhir beliau mencuci kakinya. (HR Bukhari/248 dan Muslim/316)

Mandi junub wajib hukumnya laki-laki maupun perempuan muslim yang telah dewasa atau baligh.

A. Bacaan niat mandi wajib untuk semua hal yang mewajibkan wajib

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى 

NAWAITUL GHUSLA LIRAF’IL HADATSIL AKBARI FARDHAN LILLAAHI TA’AALAA.
 Artinya :
“Aku berniat mandi besar untuk menghilangkan hadats besar fardhu karena Allah Taala.”

B. Bacaan niat mandi junub

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى 

NAWAITUL GHUSLA LIRAF’IL HADATSIL AKBARI FARDHAN LILLAAHI TA’AALAA.
 Artinya :
“Aku berniat mandi besar untuk menghilangkan hadats besar fardhu karena Allah Taala.”

Artinya : Aku berniat mandi besar untuk menghilangkan hadast besar dari junub fardhu karena Allah ta’aala

Cara Mandi Wajib

Berikut cara mandi wajib yang musti kita lakukan untuk mencapai kesempurnaan amakan kita.

1. Dimulai dengan  Niat mandi wajib

Sebelum melakukan mandi wajib maka seorang muslim wajib berniat. Berikut niat mandi wajib yang dicontohkan rasulullah SAW :

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى

“Semua amal tergantung niatnya dan setiap orang akan mendapatkan sesuai apa yang ia niatkan” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

1. Jika seseorang mandi besar disebabkan junub mimpi basah, keluar mani, senggama maka niat mandi besarnya adalah

    BISMILLAHI RAHMANI RAHIM NAWAITUL GHUSLA LIRAF’IL HADATSIL AKBAR MINAL JANABATI FARDLON LILLAHI TA’ALA

Artiya: Dengan menyebut nama Allah Aku niat mandi untuk menghilangkan hadats besar dari jinabah, fardlu karena Allah Ta’ala

2. Jika seseorang mandi besar disebabkan karena haid maka niat mandi besarnya adalah

    BISMILLAHI RAHMANI RAHIM NAWAITUL GHUSLA LIRAF’IL HADATSIL AKBAR MINAL HAIDI FARDLON LILLAHI TA’ALA

Artinya Dengan menyebut nama Allah Aku niat mandi untuk menghilangkan hadats besar dari haidl, fardlu karena Allah Ta’ala

3. . Jika seseorang mandi besar disebabkan oleh karena nifas, maka niat mandi wajib / besar nya adalah

    BISMILLAHI RAHMANI RAHIM NAWAITU GHUSLA LIRAF’IL HADATSIL AKBAR MINAN NIFASI FARDLON LILLAHI TA’ALA

Artinya Dengan menyebut nama Allah Aku niat mandi untuk menghilangkan hadats besar dari nifas, fardlu karena Allah Ta’ala

2. Membersihkan kedua telapak tangan

Siram tangan kiri dan bersihkan dengan tangan kanan. Demikian  sebaliknya, siram  tangan kanan dan bersihkan dengan tangan kiri. Ulangi tiga kali

عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اغْتَسَلَ مِنْ الْجَنَابَةِ فَبَدَأَ فَغَسَلَ كَفَّيْهِ ثَلَاثًا

“Dari Aisyah bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mandi karena junub, maka beliau memulainya dengan mencuci kedua telapak tangannya tiga kali…” (HR. Muslim)

3. Mencuci kemaluan

Selanjutnya cuci serta  bersihkan kemaluan dari kotoran dan mani yang ada padanya serta sekitar kemaluan

4. Berwudhu

 Mengambil wudhu seperti kita melaksanakan ibadah sholat. Tata caranya seperti mengambil wudhu sholat

5. Membasuh rambut dan membasuh pangkal kepala

6. Menyiram dan membersihkan seluruh anggota tubuh

Pastikan menyiram seluruh anggota tubuh dengan air termasuk lipatan, bagian ketiak, sela jari kaki dan bagian tersembunyi lainnya .

Sebelum melakasanakan Mandi wajib, haruslah dimulakan dengan doa mandi wajib terlebih dahulu. Berikut kami kumpulkan doa mandi wajib untuk anda.

Doa Mandi Wajib

Mandi wajib juga sering disebut mandi junub, ada juga yang menyebutnya mandi besar, mandi basah, keramas. Lafadz Doa Mandi Wajib atau Mandi Junub diatas dilakukan setelah seseorang melakukan hubungan badan suami istri dan/atau mengeluarkan mani. 

Doa mandi wajib setelah haid

Berikut doa mandi wajib untuk perempuan yang sedang mengalami haid. Haidh: adalah darah yang keluar dari wanita dalam keadaan sehat, minimal sehari semalam menurut Syafi’iyyah, dan tiga hari menurut mazhab Hanafi. Umumnya tujuh hari, dan maksimal sepuluh hari menurut mazhab Hanafi, dan lima belas hari menurut mazhab Syafi’iy. Jika darah itu berlanjut melebihi batas maksimal disebut darah ISTIHADHAH.

Haid adalah sesuatu yang normal terjadi pada seorang wanita, dan pada setiap wanita kebiasaannya pun berbeda-beda. Ada yang ketika keluar haid ini disertai dengan rasa sakit pada bagian pinggul, namun ada yang tidak merasakan sakit. Ada yang lama haidnya 3 hari, ada pula yang lebih dari 10 hari. Ada yang ketika keluar didahului dengan lendir kuning kecoklatan, ada pula yang langsung berupa darah merah yang kental. Dan pada setiap kondisi inilah yang harus dikenali oleh setiap wanita, karena dengan mengenali masa dan karakteristik darah haid inilah akar dimana seorang wanita dapat membedakannya dengan darah-darah lain yang keluar kemudian.

Wanita yang haid tidak dibolehkan untuk shalat, puasa, thawaf, menyentuh mushaf, dan berhubungan intim dengan suami pada kemaluannya. Namun ia diperbolehkan membaca Al-Qur’an dengan tanpa menyentuh mushaf langsung (boleh dengan pembatas atau dengan menggunakan media elektronik seperti komputer, ponsel, ipad, dll), berdzikir, dan boleh melayani atau bermesraan dengan suaminya kecuali pada kemaluannya.

وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الْمَحِيضِ قُلْ هُوَ أَذًى فَاعْتَزِلُواْ النِّسَاء فِي الْمَحِيضِ وَلاَ تَقْرَبُوهُنَّ حَتَّىَ يَطْهُرْنَ فَإِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ أَمَرَكُمُ اللّهُ

“Mereka bertanya kepadamu tentang (darah) haid. Katakanlah, “Dia itu adalah suatu kotoran (najis)”. Oleh sebab itu hendaklah kalian menjauhkan diri dari wanita di tempat haidnya (kemaluan). Dan janganlah kalian mendekati mereka, sebelum mereka suci (dari haid). Apabila mereka telah bersuci (mandi bersih), maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepada kalian.” (QS. Al-Baqarah: 222)

Dalam pandangan agama Islam, haid merupakan sesuatu yang najis dan akan menjadi penghalang para wanita dalam melaksanakan ibadah sholat dan puasa. Oleh sebab itu maka setelah selesai haid seorang wanita harus bersuci dengan cara yang lebih dikenal dengan sebutan mandi wajib haid.

Aturan-aturan pelaksanaan dan tata cara mandi wajib setelah haid harus disesuaikan dengan tuntunan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, dan dalam hal ini dilaksanakan sesuai dengan yang diriwayatkan pada hadits oleh Muslim dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha bahwa Asma’ binti Syakal Radhiyallahu ‘Anha bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tentang mandi haidh, maka beliau bersabda:


“Salah seorang di antara kalian (wanita) mengambil air dan sidrahnya (daun pohon bidara, atau boleh juga digunakan pengganti sidr seperti: sabun dan semacamnya-pent) kemudian dia bersuci dan membaguskan bersucinya, kemudian dia menuangkan air di atas kepalanya lalu menggosok-gosokkannya dengan kuat sehingga air sampai pada kulit kepalanya, kemudian dia menyiramkan air ke seluruh badannya, lalu mengambil sepotong kain atau kapas yang diberi minyak wangi kasturi, kemudian dia bersuci dengannya. Maka Asma’ berkata: “Bagaimana aku bersuci dengannya?” Beliau bersabda: “Maha Suci Allah” maka ‘Aisyah berkata kepada Asma’: “Engkau mengikuti (mengusap) bekas darah (dengan kain/kapas itu).”


Dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha bahwa seorang wanita bertanya kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam tentang mandi dari haid. Maka beliau memerintahkannya tata cara bersuci, beliau bersabda:

“Hendaklah dia mengambil sepotong kapas atau kain yang diberi minyak wangi kemudian bersucilah dengannya. Wanita itu berkata: “Bagaimana caranya aku bersuci dengannya?” Beliau bersabda: “Maha Suci Allah bersucilah!” Maka ‘Aisyah menarik wanita itu kemudian berkata: “Ikutilah (usaplah) olehmu bekas darah itu dengannya(potongan kain/kapas).”(HR. Muslim: 332)

An-Nawawi rahimahullah berkata (1/628): 

“Jumhur ulama berkata (bekas darah) adalah farji (kemaluan).” Beliau berkata (1/627): “Diantara sunah bagi wanita yang mandi dari haid adalah mengambil minyak wangi kemudian menuangkan pada kapas, kain atau semacamnya, lalu memasukkannya ke dalam farjinya setelah selesai mandi, hal ini disukai juga bagi wanita-wanita yang nifas karena nifas adalah haid.” (Dinukil dari Jami’ Ahkaam an-Nisaa’: 117 juz: 1).

Syaikh Mushthafa Al-’Adawy berkata: 

“Wajib bagi wanita untuk memastikan sampainya air ke pangkal rambutnya pada waktu mandinya dari haidh baik dengan menguraikan jalinan rambut atau tidak.Apabila air tidak dapat sampai pada pangkal rambut kecuali dengan menguraikan jalinan rambut maka dia (wanita tersebut) menguraikannya-bukan karena menguraikan jalinan rambut adalah wajib-tetapi agar air dapat sampai ke pangkal rambutnya, Wallahu A’lam.” (Dinukil dari Jami’ Ahkaam An-Nisaa’ hal: 121-122 juz: 1 cet: Daar As-Sunah).

Baca :
Cara Mandi Wajib
doa mandi wajib
organ tubuh manusia

Doa mandi wajib setelah Nifas

Berikut doa mandi wajib setelah nifas yang kami rangkum untuk anda. Nifas: yaitu darah yang keluar dari wanita setelah melahirkan. Minimal tidak ada batasnya, dan maksimal empat puluh hari sesuai dengan hadits Ummu Salamah: Para wanita yang nifas pada zaman Rasulullah saw menunggu empat puluh hari. HR Al Khamsah, kecuali An Nasa’iy.

“Para wanita yang nifas di zaman Rasulullah -shallallahu alaihi wasallam-, mereka duduk (tidak shalat) setelah nifas mereka selama 40 hari atau 40 malam.” (HR. Abu Daud no. 307, At-Tirmizi no. 139 dan Ibnu Majah no. 648).

Tidak ada batas minimal masa nifas, jika kurang dari 40 hari darah tersebut berhenti maka seorang wanita wajib mandi dan bersuci, kemudian shalat dan dihalalkan atasnya apa-apa yang dihalalkan bagi wanita yang suci. Adapun batasan maksimalnya, para ulama berbeda pendapat tentangnya.

http://www.dakwatuna.com/2011/09/28/14948/fiqih-thaharah-hukum-haidh-nifas-dan-jinabat-serta-mandi/#ixzz3puwSiRmt
  1. Keluar mani karena syahwat. banyak ulama yang berpendapat mandi junub diwajibkan apabila keluarnya mani secara memancar dan terasa nikmat ketika keluarnya terasa nikmat. Jadi apabila keluarnya karena sakit atau kedinginan tidak diwajibkan mandi junub. Tetapi untuk mencari aman sebaiknya mandi junub apabila keluar mani dalam keadaan apapun.

“Ketika sudah duduk dengan empat kaki, kemudian khitan bertemu khitan, maka wajib mandi” (HR Ahmad, Muslim dan At Tirmidzi).

  1. Jika bangun tidur dan mendapati keluarnya mani. Ulama berpendapat bahwa selama kita bangun dan mendapati adanya mani, maka kita wajib mandi, walaupun kita tidak sadar atau lupa telah mimpi basah atau tidak

الماء من الماء “air itu dari air” (HR Muslim).

  1. Setelah bertemunya dua kemaluan walaupun tidak keluar mani
  2. Ketika masuk Islam menjadi muallaf. 
  3. Mayit muslim, wajib dimandikan oleh yang hidup, karena sabda Nabi: “…mandikanlah dengan air dan daun bidara.” (Muttafaq alaih), kecuali syahid di medan perang.

Keutamaan Sholat Dhuha Tata Cara Sholat Taubat

Demikian informasi mengenai Niat, Doa Dan Tata Cara Mandi Wajib Atau Junub. Semoga dapat bermanfaat untuk anda baik itu Niat, Doa Dan Tata Cara Mandi Wajib Atau Junub

Surat Yasin Dan Artinya

Surat yasin adalah salah satu surat didalam Al qur’an nomor ke tiga puluh enam (36), dan terdapat delapan puluh tiga (83) ayat. Surah yasin ini termasuk surat makiyyah, artinya surat ini diturunkan di Mekkah sebelum Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah.
Read surah yaseen with english translation here

Perhatian: “Tanda baca” dibawah “Syaddah” seperti gambar diatas dibaca Kasroh (i). Ini bukan kesalahan penulisan, tetapi otomatis seperti itu jika dibuka lewat smartphone.
Jika masih menemukan kesalahan dan punya saran, silahkan laporan ya! link laporan ada dibawah. 🙂

Surat Yasin 

Surat Yasin dan Artinya Dan Surat Yasin Latin

INFORMASI
Nama surah           : Yasin (Yaseen)
Surah ke                : 36
Jumlah ayat           : 83 Ayat
Surah sebelumnya : Fathir
Surah berikutnya   : Ash Saffat
Juz ke                    : Juz 22 – 23
Klasifikasi             : Makkiyah

Bismillahirrohmaanirrohiim

1. 
يس ﴿١﴾

– Yaa Siiin
– Yaa siiin

2. 
وَالْقُرْآنِ الْحَكِيمِ

– Wal Qur’ aanil hakiim
– Demi Al Qur’an yg penuh hikmah

3. 
إِنَّكَ لَمِنَ الْمُرْسَلِينَ

– Innaka laminalmursaliin
– Sesungguhnya kamu salah seorang dari Rosul-rosul

4. 
عَلَىٰ صِرَاطٍ مُّسْتَقِيمٍ

– ‘Alaa shiroothimmustaqiim
– (yang berada) di atas jalan yang lurus

5. 
تَنزِيلَ الْعَزِيزِ الرَّحِيمِ

– Tangziilal ‘aziizir rohiim
– (sebagai wahyu) yg diturunkan oleh Yang Maha Perkasa lagi Penyayang

6. 
لِتُنذِرَ قَوْمًا مَّا أُنذِرَ آبَاؤُهُمْ فَهُمْ غَافِلُونَ

– Li tundziro qoumam ma undziro aabaauhum fahum ghoofiluun
– agar kmu memberi peringatan kepada kaum yang bapak bapak mereka belum pernah diberi peringatan, karena itu mereka lalai.

7. 
لَقَدْ حَقَّ الْقَوْلُ عَلَىٰ أَكْثَرِهِمْ فَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ

– Laqod haqqol qoulu ‘alaa aktsarihim fahum laa yu’minuun
– Sesungguhnya telah pasti berlaku perkataan (ketentuan Allah) terhadap kebanyakan mereka, karna mereka tidak beriman.

8. 
إِنَّا جَعَلْنَا فِي أَعْنَاقِهِمْ أَغْلَالًا فَهِيَ إِلَى الْأَذْقَانِ فَهُم مُّقْمَحُونَ

– Inna Ja ’alnaa fii a’naaqihim aghlaalan fahiya ilal adzqooni fahumm muqmahuun
– Ssungguhnya Kami tlah memasang belenggu di leher mereka, lalu tangan mereka (diangkat) ke dagu, maka karena itu mereka tengadah.

Surat Yasin Ayat 9

9. 
وَجَعَلْنَا مِن بَيْنِ أَيْدِيهِمْ سَدًّا وَمِنْ خَلْفِهِمْ سَدًّا فَأَغْشَيْنَاهُمْ فَهُمْ لَا يُبْصِرُونَ

– Wa ja ‘alna min baini aidiihim saddaw wa min khaolfihim saddan fa aghsyainaahum fahum la yubshiruun
– Dan Kami adakan di hadapan mreka dinding dan di blakang dinding (pula), dan Kami tutup (mata) mreka shingga mreka tidak dapat melihat.

10. 
وَسَوَاءٌ عَلَيْهِمْ أَأَنذَرْتَهُمْ أَمْ لَمْ تُنذِرْهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ

– Wa sawaa un ‘alaihim a andzartahum amlam tundzirhum laa yu’minuun
– Sama saja bagi mreka apakah kmu memberi peringatan kepada mereka ataukah kmu tidak memberi peringatan kepada mereka, mereka tidak akan beriman.


11. 
 إِنَّمَا تُنذِرُ مَنِ اتَّبَعَ الذِّكْرَ وَخَشِيَ الرَّحْمَـٰنَ بِالْغَيْبِ  ۖ  فَبَشِّرْهُ بِمَغْفِرَةٍ وَأَجْرٍ كَرِيمٍ

– Innama tundziru manittaba adz dzikra wa khosyiyarrohmaana bil ghoibi fabassyirhu bi magfirotin wa ajrin kariim
– Ssungguhnya kmu hanya memberi peringatan kepada orang orang yg mau mengikuti peringatan dan yg takut kpada Tuhan Yg Maha Pemurah walaupun dia tidak melihat nya. Maka beri lah mreka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yg mulia.

12. 
 إِنَّا نَحْنُ نُحْيِي الْمَوْتَىٰ وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا وَآثَارَهُمْ ۚ وَكُلَّ شَيْءٍ أَحْصَيْنَاهُ فِي إِمَامٍ مُّبِينٍ

– Innaa nahnu nuhyil mautaa wanaktubu maa qoddamuu wa aatsaarohum, wa kulla syai in ahsoinaahu fii imaamim mubiin
– Ssungguhnya Kami mnghidupkan orang orang mati dan Kami menuliskan apa yg telah mereka kerjakan dan bekas bekas yg mreka tinggalkan. Dan sgala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab yg nyata (Lauh Mahfuzh).

13. 
 وَاضْرِبْ لَهُم مَّثَلًا أَصْحَابَ الْقَرْيَةِ إِذْ جَاءَهَا الْمُرْسَلُونَ

–  Wadrib lahum matsalan ash haabal qoryati idz jaaa ahal mursaluun
– Dan buatlah bagi mreka suatu per umpamaan, yaitu penduduk suatu negeri (negara)  ketika utusan utusan datang kpada mereka;

14. 
إِذْ أَرْسَلْنَا إِلَيْهِمُ اثْنَيْنِ فَكَذَّبُوهُمَا فَعَزَّزْنَا بِثَالِثٍ فَقَالُوا إِنَّا إِلَيْكُم مُّرْسَلُونَ

– Idz arsalnaa ilaihimutsnaini fa kadzabuuhumaa fa ‘azzaznaa bi tsaalitsin faqooluu innaa ilaikum mursaluun
– (yaitu) ktika Kami mengutus kpada mreka dua orang utusan, lalu mreka mendustakan keduanya, kemudian Kami kuatkan dengan (utusan) yg ketiga, maka ketiga utusan itu berkata:” Ssungguhnya kami adalah orang orang yang diutus kepadamu “.

15. 
قَالُوا مَا أَنتُمْ إِلَّا بَشَرٌ مِّثْلُنَا وَمَا أَنزَلَ الرَّحْمَـٰنُ مِن شَيْءٍ إِنْ أَنتُمْ إِلَّا تَكْذِبُونَ

– Qooluu ma antum illaa basyarum mitslunaa wa maa andzalar rohmaanu min syai in in antum illaa takdzibuun
– Merreka mnjawab: ”Kammu tidak lain hanyalah manusia sperti kami dan Allah Yg Maha Pemurah tidak menurunkan sesuatupun, kamu tidak lain hanyalah pendusta belaka “.

16. 
قَالُوا رَبُّنَا يَعْلَمُ إِنَّا إِلَيْكُمْ لَمُرْسَلُونَ

– Qooluu robbunaa ya’lamu innaaa ilaikum lamursaluun
– Merreka brkata: ”Tuhan kammi mngetahui bahwa ssungguhnya kami adalah orang yg diutus kepada kamu.

17. 
وَمَا عَلَيْنَا إِلَّا الْبَلَاغُ الْمُبِينُ

– Wa maa ‘alaina illal balaqhul mubiin
– Dan kewajiban kmi tidak lain hanyalah mnyampaikan (perintah Allah) dengan jelas “.

18. 
قَالُوا إِنَّا تَطَيَّرْنَا بِكُمْ  ۖ  لَئِن لَّمْ تَنتَهُوا لَنَرْجُمَنَّكُمْ وَلَيَمَسَّنَّكُم مِّنَّا عَذَابٌ أَلِيمٌ

– Qooluuu innaa tathoyyarnaa bikum, la illam tantahuu lanarjumannakum walayamassannakum minnaa ‘adzaabun aliim
– Mreka men jawab: ”Ssungguhnya kami ber nasib malang karena kmu, ssungguhnya jika kamu tidak berhenti (menyeru kami), niscaya kami akan merajam kamu dan kamu pasti akan mendapat siksa yg pedih dari kami “.

19. 
قَالُوا طَائِرُكُم مَّعَكُمْ ۚ أَئِن ذُكِّرْتُم ۚ بَلْ أَنتُمْ قَوْمٌ مُّسْرِفُونَ

– Qooluu thooo ’irukum ma ’akum, a in dzukkirtum, bal antum qoumum musrifuun
– Utusan utusan itu berkata: ”Kemalangan kamu itu adalah karena kmu sendiri. Apakah jika kmu diberi peringatan (kamu bernasib malang) ? Sbenarnya kmu adalah kaum yg melampaui batas “.

20. 
وَجَاءَ مِنْ أَقْصَى الْمَدِينَةِ رَجُلٌ يَسْعَىٰ قَالَ يَا قَوْمِ اتَّبِعُوا الْمُرْسَلِينَ

– Wa jaa a min aqshol madiinati rojuluy yas ‘aa qoola yaa qaumit tabi’ul mursaliin
– Dan datanglah dri ujung kota, seorang laki laki dengan bergegas gegas ia berkata:” Wahai kaumku, ikutilah utussan utusan itu. 
Note: Anda juga dapat membaca surat yasin latin pada blog ini.


21. 
اتَّبِعُوا مَن لَّا يَسْأَلُكُمْ أَجْرًا وَهُم مُّهْتَدُونَ

– Ittabi ’uu man laa yas alukum ajrow wa hum muhtaduun
– ikutilah orrang yg tiada minta balasan kepadamu, dan mreka adalah orang orang yg mendapat petunjuk.

22. 
وَمَا لِيَ لَا أَعْبُدُ الَّذِي فَطَرَنِي وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

– Wa maa liya laa a ’budulladzii fathoronii wa ilaihi turja’uun
Mengapa aku tidak menyembah (Tuhan) yg telah menciptakan dan yg hanya kepada-Nya kamu (semua) akan dikembalikan ?

23. 
أَأَتَّخِذُ مِن دُونِهِ آلِهَةً إِن يُرِدْنِ الرَّحْمَـٰنُ بِضُرٍّ لَّا تُغْنِ عَنِّي شَفَاعَتُهُمْ شَيْئًا وَلَا يُنقِذُونِ

– A attakhidzu min duunihii aalihatan in yuridnirrohmaanu bidurril laa tughnii ‘annii syafaa‘atuhum syai aw wa laa yunqidzun
– Mngapa aku akan menyembah tuhan-tuhan selain-Nya jika (Allah) Yg Maha Pemurah menghendaki kemadhorotan terhadapku, niscaya syafaat mereka tidak memberi manfaat sedikitpun bagi diriku dan mereka tidak (pula) dapat menyelamatkanku ?

24. 
إِنِّي إِذًا لَّفِي ضَلَالٍ مُّبِينٍ

– Innii idzal lafii dlolaalim mubiin
– Ssungguhnya aku kalau begitu pasti berada dalam kesesatan yg nyata.

25. 
إِنِّي آمَنتُ بِرَبِّكُمْ فَاسْمَعُونِ

– Innii aamantu birobbikum fasma’uun
– Ssungguhnya aku telah beriman kpada Tuhanmu; maka dengarkanlah (pengakuan keimanan) ku.

26. 
قِيلَ ادْخُلِ الْجَنَّةَ  ۖ  قَالَ يَا لَيْتَ قَوْمِي يَعْلَمُونَ

– Qiilad khulil jannata, qoola yaa laita qoumii ya’lamuun
– Dikatakan (kpadanya): “Masuklah ke syurga”. Ia berkata: “Alangkah baiknya sekiranya kaum ku mengetahui,

27. 
بِمَا غَفَرَ لِي رَبِّي وَجَعَلَنِي مِنَ الْمُكْرَمِينَ

– Bimaa ghofarolii robbii wa ja ‘alnii minal mukromiin
– apa yg menyebabkan Tuhanku mmberi ampun kepadaku dan menjadikan aku termasuk orang orang yang dimuliakan”.

28. 
وَمَا أَنزَلْنَا عَلَىٰ قَوْمِهِ مِن بَعْدِهِ مِن جُندٍ مِّنَ السَّمَاءِ وَمَا كُنَّا مُنزِلِينَ

– Wa maa andzalnaa ‘alaa qoumihii min ba ’dihii min jundim minas samaaa-i wa maa kunnaa munziliin
– Dan Kmi tidak menurunkan kpada kaumnya sesudah dia (meninggal) suatu pasukan pun dari langit dan tidak layak Kami menurunkannya.

29. 
إِن كَانَتْ إِلَّا صَيْحَةً وَاحِدَةً فَإِذَا هُمْ خَامِدُونَ

– In kaanat illaa shoihataw waahidatan faidzaa hum khoomiduun
– Tidak ada siksaan atas mreka melainkan satu teriakan saja, maka tiba tiba mreka semuanya mati.

30. 
يَا حَسْرَةً عَلَى الْعِبَادِ ۚ مَا يَأْتِيهِم مِّن رَّسُولٍ إِلَّا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ

– Yaa hasrotan ‘alal ‘ibaadi ma ya’tiihim mir rosuulin illa kaanuu bihii yastahzi uun
– Alangkah besarnya penyesalan trhadap hamba hamba itu, tiada datang seorang rosul pun kepada mreka melainkan mreka selalu memperolok olokkannya.

  
31. 
أَلَمْ يَرَوْا كَمْ أَهْلَكْنَا قَبْلَهُم مِّنَ الْقُرُونِ أَنَّهُمْ إِلَيْهِمْ لَا يَرْجِعُونَ

– Alam yarou kam ahlaknaa qoblahumminal quruuni annahum ilaihim la yarji ’uun
Tidakkah mreka mengetahui brapa banyak nya umat umat sebelum mereka yg telah Kami binasakan, bahwasanya orang orang (yg telah Kami binasakan) itu tiada kembali kepada mereka.

32. 
وَإِن كُلٌّ لَّمَّا جَمِيعٌ لَّدَيْنَا مُحْضَرُونَ

– Wa in kullul lammaa jamii ’ul ladainaa mukhdloruun
– Dan stiap mereka smuanya akan dikumpulkan lagi kepada Kami.

33. 
وَآيَةٌ لَّهُمُ الْأَرْضُ الْمَيْتَةُ أَحْيَيْنَاهَا وَأَخْرَجْنَا مِنْهَا حَبًّا فَمِنْهُ يَأْكُلُونَ

– Wa aayatul lahumul ardlul maitatu, ahyainaahaa wa akhrojnaa minhaa habban faminhu ya ’kuluun
– Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yg besar) bagi mreka adalah bumi yg mati. Kammi hidupkan bumi itu dan Kami keluar kan dari padanya biji bijian, maka ddari padanya mreka makan.

34. 
وَجَعَلْنَا فِيهَا جَنَّاتٍ مِّن نَّخِيلٍ وَأَعْنَابٍ وَفَجَّرْنَا فِيهَا مِنَ الْعُيُونِ

– Waja ‘alna fiiha jannaatim min nakhiilin wa a ’naabin wa fajjarnaa fiihaa minal ’uyuun
– Dan Kammi jadikan padanya kebun kebun kurma dan anggur dan Kami pancarkan padanya beberapa mata air

35. 
لِيَأْكُلُوا مِن ثَمَرِهِ وَمَا عَمِلَتْهُ أَيْدِيهِمْ  ۖ  أَفَلَا يَشْكُرُونَ

– Liya kuluu min tsamarihii wa maa ‘amilathu aidiihim afala yaskuruun
– supaya mreka dapat makan dari buahnya, dan dari apa yg diusahakan oleh tangan mereka. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur ?

Surat Yasin Ayat 36

36. 
سُبْحَانَ الَّذِي خَلَقَ الْأَزْوَاجَ كُلَّهَا مِمَّا تُنبِتُ الْأَرْضُ وَمِنْ أَنفُسِهِمْ وَمِمَّا لَا يَعْلَمُونَ

– Subbhaanal ladzii kholaqol azwaaja kullahaa mimmaa tunbitul ardlu wa min anfusihim wa mimmaa laa ya’lamuun
– Maha Suci Tuhan yg tlah mmenciptakan pasangan pasangan smuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yg tidak mereka ketahui.

37. 
وَآيَةٌ لَّهُمُ اللَّيْلُ نَسْلَخُ مِنْهُ النَّهَارَ فَإِذَا هُم مُّظْلِمُونَ

– Wa aayatullahumul lailu naslakhu minhun nahaaro faidzaa hum mudhlimuun
– Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yg besar) bagi mereka adalah malam; Kami tanggalkan siang dari malam itu, maka dengan serta merta mreka brada dalam kegelapan,

38. 
وَالشَّمْسُ تَجْرِي لِمُسْتَقَرٍّ لَّهَا ۚ ذَ‌ٰلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ 

– Wassyamsu tajrii limustaqorril lahaa dzaalika taqdiirul aziizil ‘aliim
– dan matahari berjalan ditempat perredarannya. Demikian ketetapan Yg Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.

39. 
وَالْقَمَرَ قَدَّرْنَاهُ مَنَازِلَ حَتَّىٰ عَادَ كَالْعُرْجُونِ الْقَدِيمِ

– Walqomara qoddarnaahu manaazila hatta ‘aada kal ’urjunil qodiim
– Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manziilah manziilah, shingga (stelah dia sampai ke manzilah yg terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yg tua.
Note: Jika anda sedang membutuhkan surat yasin bahasa indonesia saja, silahkan anda cari surat yasin terjemahan pada blog ini.

40. 
لَا الشَّمْسُ يَنبَغِي لَهَا أَن تُدْرِكَ الْقَمَرَ وَلَا اللَّيْلُ سَابِقُ النَّهَارِ ۚ وَكُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُونَ

– Lassyamsu yanbaghii lahaa an tudrikal qomara wa lallailu saabiqunnahaari wa kullun fii falakin yasbahuun
– Tidaklah mungkin bagi matahari mndapatkan bulan dan malam pun tidak dapat menndahului siang. Dan masing masing beredar pada garis edarnya..


41. 
وَآيَةٌ لَّهُمْ أَنَّا حَمَلْنَا ذُرِّيَّتَهُمْ فِي الْفُلْكِ الْمَشْحُونِ

– Wa aayatullahum annaa hamalnaa dzurriyyatahum fil fulkil masyhuun
– Dan suatu tanda (kebesaran Allah yg besar) bagi mereka adalah bahwa Kami angkut keturunan mreka dalam bahtera yg penuh muatan,

42. 
وَخَلَقْنَا لَهُم مِّن مِّثْلِهِ مَا يَرْكَبُونَ

– Wa kholaqnaa lahummim mitslihii maa yarkabuun
– dan Kami ciptakan untuk merreka yg akan mereka kendarai seperti bahtera itu.

43. 
وَإِن نَّشَأْ نُغْرِقْهُمْ فَلَا صَرِيخَ لَهُمْ وَلَا هُمْ يُنقَذُونَ

– Wa in nasya’ nugriqhum falaa shoriikho lahum wa laa hum yunqodzuun
– Dan jika Kami mnghendaki niscaya Kami tenggelamkan mreka, maka tiadalah bagi mreka penolong dan tidak pula mereka diselamatkan.

44. 
إِلَّا رَحْمَةً مِّنَّا وَمَتَاعًا إِلَىٰ حِينٍ

– Illa rohmatam minna wa mataa ’an ilaahiin
– Tetapi (Kami selamatkan mereka) karena rahmat yg besar dari Kami dan untuk mmberikan kesenangan hidup sampai kpada suatu ketika.

45. 
وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ اتَّقُوا مَا بَيْنَ أَيْدِيكُمْ وَمَا خَلْفَكُمْ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

– Wa idzaa qiilla lahumut taqu maa baina aidiikum wa maa kholfakum la ’alakum turhamuun
– Dan apabila dikatakaan kpada merreka: Takutlah kmu akan siksa yg dihadapanmu dan siksa yg akan datang supaya kamu mendapat rahmat”, (niscaya mereka berpaling).

46. 
وَمَا تَأْتِيهِم مِّنْ آيَةٍ مِّنْ آيَاتِ رَبِّهِمْ إِلَّا كَانُوا عَنْهَا مُعْرِضِينَ

– Wa maa ta tiihim min ayatim min aayaati robbihim illaa kaanuu ‘anhaa mu’ridliin
– Dan sekali kali tiada datang kpada mreka suatu tanda dari tanda tanda kekuasaan Tuhan mereka, melainkan mreka slalu berpaling daripadanya.

47. 
وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ أَنفِقُوا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ قَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لِلَّذِينَ آمَنُوا أَنُطْعِمُ مَن لَّوْ يَشَاءُ اللَّهُ أَطْعَمَهُ إِنْ أَنتُمْ إِلَّا فِي ضَلَالٍ مُّبِينٍ

– Wa idza qiila lahum anfiquu mimmaa rozaqokumulloohu, qoolalladziina kafaruu lilladzina aamanuu, anuth’imu mal lau yasaa ullahu ath ’amahuu, in an tum illaa fii dlolaalim mubiin
– Dan apabila dikatakan kpada merreka: Naffkahkan lah sebahagian dari rezeki yg diberikan Allah kepadamu”, maka orang orang yg kafir itu berkata kpada orang orang yg beriman: “Apakah kami akan memberi makan kepada orang orang yg jika Allah menghendaki tentulah Dia akan memberinya makan, tiadalah kmu melainkan dalam kesesatan yg nyata”.

48. 
وَيَقُولُونَ مَتَىٰ هَـٰذَا الْوَعْدُ إِن كُنتُمْ صَادِقِينَ

– Wa yaquluuna mataa haadzal wa’ du in kuntum shoodiqiin
– Dan mreka brkata: “Bilakah (terjadinya) janji ini (hari berbangkit) jika kamu adalah orang orang yg benar ?”

49. 
مَا يَنظُرُونَ إِلَّا صَيْحَةً وَاحِدَةً تَأْخُذُهُمْ وَهُمْ يَخِصِّمُونَ

– Maa yandhuruuna illaa shoihataw waahidatan ta ’khuzuhum wahum yakhishimuun
Mreka tidak menunggu melainkan satu teriakan saja yg akan membinasakan mereka ketika mreka sedang bertengkar.

50. 
فَلَا يَسْتَطِيعُونَ تَوْصِيَةً وَلَا إِلَىٰ أَهْلِهِمْ يَرْجِعُونَ

– Falaa yastathi ’uuna taushiyatan wa laaa ilaa ahlihim yarji’uun
– Lalu mreka tidak kuasa mmbuat suatu wasiat pun dan tidak (pula) dapat kmbali kpada keluarganya.

Surat Yasin Ayat 51

51. 
وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَإِذَا هُم مِّنَ الْأَجْدَاثِ إِلَىٰ رَبِّهِمْ يَنسِلُونَ

– Wa nufikho fishuuri fa idzaa hum minal ajdaasi ilaa robbihim yansiluun
– Dan ditiuplah sangkakala, maka tiba tiba mreka ke luar dengan segera dari kuburnya (menuju) kpada Tuhan mereka.

52. 
قَالُوا يَا وَيْلَنَا مَن بَعَثَنَا مِن مَّرْقَدِنَا  ۜ ۗ  هَـٰذَا مَا وَعَدَ الرَّحْمَـٰنُ وَصَدَقَ الْمُرْسَلُونَ

– Qooluu yaa wailanaa man ba ’atsanaa min marqodinaa, haadza maa wa ’adarrohmaanu wa shadaqol mursaluun
– Merreka berkata: ‘Aduhai celakalah kami ? Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur) ?’ Inilah yang dijanjikan (Tuhan) Yang Maha Pemurah dan benarlah Rasul-rasul (Nya).

53. 
إِن كَانَتْ إِلَّا صَيْحَةً وَاحِدَةً فَإِذَا هُمْ جَمِيعٌ لَّدَيْنَا مُحْضَرُونَ

– In kaanat illaa soihatawwaahidatan fa idzaahum jamii’ul ladaina muhdloruun
– Tidak adalah terriakan itu selain skali teriakan saja, maka tiba-tiba mereka semua dikumpulkan kepada Kami.

54. 
فَالْيَوْمَ لَا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْئًا وَلَا تُجْزَوْنَ إِلَّا مَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

– Falyauma laa tudzlamu nafsun syai aw wa laa tujzauna illaa maa kuntum ta’ maluun
– Maka pada hari itu sesseorang tidak akan dirugikan sedikitpun dan kamu tidak dibalasi, kecuali dengan apa yang telah kamu kerjakan.

55. 
إِنَّ أَصْحَابَ الْجَنَّةِ الْيَوْمَ فِي شُغُلٍ فَاكِهُونَ

– Inna ash haabal jannatil yauma fii syugulin faakihuun
– Ssungguhnya penghuni surga pada hari itu bersenang senang dalam kesibukan (mereka).

56. 
هُمْ وَأَزْوَاجُهُمْ فِي ظِلَالٍ عَلَى الْأَرَائِكِ مُتَّكِئُونَ

– Hum wa azwaajuhum fii dhilaalin ‘alal aroo iki muttaki uun
– Mreka dan istri istri mreka brada dalam tmpat yg teduh, bertelekan di atas dipan dipan.

57. 
لَهُمْ فِيهَا فَاكِهَةٌ وَلَهُم مَّا يَدَّعُونَ

– Lahum fiihaa faakihatuw wa lahum maa yadda ’uun
– Di surga itu mreka memperoleh buah buahan dan memperoleh apa yg mereka minta.

Surat Yasin Ayat 58

58. 
سَلَامٌ قَوْلًا مِّن رَّبٍّ رَّحِيمٍ

– Salaamun qoulam mir robbir rohiim
– (Kpada mereka dikatakan): “Salam”, sebagai ucapan slamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang.

59. 
وَامْتَازُوا الْيَوْمَ أَيُّهَا الْمُجْرِمُونَ

– Wamtaazul yauma ayyuhal mujrimuuun
– Dan (dikatakan kpada orang orang kafir): ‘Brpisahlah kamu (dari orang orang mukmin) pada hari ini, hai orang orang yg berbuat jahat.’

60. 
أَلَمْ أَعْهَدْ إِلَيْكُمْ يَا بَنِي آدَمَ أَن لَّا تَعْبُدُوا الشَّيْطَانَ  ۖ  إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ

– Alam a’ had ilaikum yaa banii aadama allaa ta’budusysyaithoona, innahuu lakum ‘aduwwum mubiin
– Bukankah Aku telah memerintahkan kpadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak mnyembah setan ? Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu”
Note: Apa saja keutamaan surat yasin atau fadhilah surat yasin ? Silahkan anda klik disini.


61. 
وَأَنِ اعْبُدُونِي ۚ هَـٰذَا صِرَاطٌ مُّسْتَقِيمٌ

– Wa ani’ buudunii, haadzaa shiroothum mustaqiim
– Dan hendaklah kammu menyembah Ku. Inilah jalan yg luurus.

62. 
وَلَقَدْ أَضَلَّ مِنكُمْ جِبِلًّا كَثِيرًا  ۖ  أَفَلَمْ تَكُونُوا تَعْقِلُونَ

– Wa laqd adlolla minkum jibilan katsiron, afalam takuunuu ta ’qiluun
Sesungguhnya syaithan itu telah menyesatkan sebagian besar di antaramu. Maka apakah kaamu tidak memikirkan?

Surat Yasin Ayat 63

63. 
هَـٰذِهِ جَهَنَّمُ الَّتِي كُنتُمْ تُوعَدُونَ

– Haadzihii jahannamul lati kuntum tuu ’aduun
– Inilah Jahannam yg dahulu kamu di ancam (dengannya).

64. 
اصْلَوْهَا الْيَوْمَ بِمَا كُنتُمْ تَكْفُرُونَ

– Islauhal yauma bimaa kuntum takfuruuun
– Masuklah ke dlamnya pada hari ini di sebabkan kamu dahulu mengingkarinya.

Surat Yasin Ayat 65

65. 
الْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَىٰ أَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَا أَيْدِيهِمْ وَتَشْهَدُ أَرْجُلُهُم بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

– Alyauma nakhtimu ‘alaa afwaahihim wa tukallimunaaa aidiihim wa tasyhadu arjuluhum bimaa kaanuu yaksibuun
– Pada hari ini Kami tutup mulut mreka, dan berkatalah kepada Kami tangan mreka dan mmberi kesaksianlah kaki mreka terhadap apa yg dahulu mreka usahakan.

66. 
وَلَوْ نَشَاءُ لَطَمَسْنَا عَلَىٰ أَعْيُنِهِمْ فَاسْتَبَقُوا الصِّرَاطَ فَأَنَّىٰ يُبْصِرُونَ

– Walau nasyaaa u lathomasnaa ‘alaa a’ yunihim fastabaqush-shiroota fa annaa yubshiruun
– Dan jikalau Kami mnghendaki pastilah Kami hapuskan penglihatan mata mereka, lalu mereka berlomba-lomba (mncari) jalan. Maka betapakah mereka dapat melihat (nya).

67. 
وَلَوْ نَشَاءُ لَمَسَخْنَاهُمْ عَلَىٰ مَكَانَتِهِمْ فَمَا اسْتَطَاعُوا مُضِيًّا وَلَا يَرْجِعُونَ

– Walau nasyaaa u lamasakhnaahum ‘alaa makaanatihim famastathoo’uu muddiyyaw walaa yarji’uun
– Dan jikalau Kami mnghendaki pastilah Kami rubah mereka di tempat mereka berada, maka mereka tidak sanggup berjalan lagi dan tidak (pula) sanggup kembali.

68. 
وَمَن نُّعَمِّرْهُ نُنَكِّسْهُ فِي الْخَلْقِ  ۖ  أَفَلَا يَعْقِلُونَ

– Wa man nu ’ammirhu nunakkishu filkholqi afala ya’qiluun
– Dan barangsiapa yg Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan dia kpada kejadian (nya). Maka apakah mereka tidak memikirkan ?

69. 
وَمَا عَلَّمْنَاهُ الشِّعْرَ وَمَا يَنبَغِي لَهُ ۚ إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ وَقُرْآنٌ مُّبِينٌ

– Wa maa ‘allamnahussyi ’ro wa maa yanbaghi lahu, in huwa illa dzikruw wa Qur’aanum mubiin
– Dan Kami tidak mengajarkan syair kepadanya (Muhammad) dan ber syair itu tidaklah layak baginya. Al Qur’an itu tidak lain hanyalah pelajaran dan kitab yg memberi penerangan,

70. 
لِيُنْذِرَ مَن كَانَ حَيًّا وَيَحِقَّ الْقَوْلُ عَلَى الْكَافِرِينَ

– Liyundziro man kaana hayyaw wa yahiqqol qoulu ‘alal kaafiriin
– supaya dia (Muhammad) mmberi pringatan kpada orang orang yg hidup (hatinya) dan supaya pastilah (ketetapan azab) trhadap orang orang kafir.


71. 
أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّا خَلَقْنَا لَهُم مِمَّا عَمِلَتْ أَيْدِينَا أَنْعَامًا فَهُمْ لَهَا مَالِكُونَ

– Awalam yarou annaa kholaqnaa lahum mimmaa ‘amilat aidiinaa an ’aaman fahum lahaa maalikuun
– Dan apakah mereka tidak melihat bahwa sesungguhnya Kami telah menciptakan binatang ternak untuk mereka yaitu sebahagian dari apa yg telah Kami ciptakan dengan kkuasaan Kami sndiri, lalu mreka menguasainya ?

72. 
وَذَلَّلْنَاهَا لَهُمْ فَمِنْهَا رَكُوبُهُمْ وَمِنْهَا يَأْكُلُونَ

– Wadzollalnaaha lahum faminhaa rokuubuhum wa minha ya kuluun
– Dan Kami tundukkkan binatang binatang itu untuk mereka, maka sebahagiannya mnjadi tunggangan mreka dan sebahagiannya mereka makan.

73. 
وَلَهُمْ فِيهَا مَنَافِعُ وَمَشَارِبُ ۖ أَفَلَا يَشْكُرُونَ

– Walahum fiihaa manaafi ’u wa masyaaribu afala yasykuruun
– Dan mreka mmperoleh padanya manfaat dan minuman. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur ?

74. 
وَاتَّخَذُوا مِن دُونِ اللَّهِ آلِهَةً لَّعَلَّهُمْ يُنصَرُونَ

– Wattakhodzuu min duunillaahi aalihatal la ’allahum yunsoruun
– Mereka mngambil sembahan sembahan slain Allah, agar mereka mendapat pertolongan.

75. 
لَا يَسْتَطِيعُونَ نَصْرَهُمْ وَهُمْ لَهُمْ جُندٌ مُّحْضَرُونَ

– Laa yastathii ’uuna nasrohum wahum lahum jundum muhdloruun
– Berhala berhala itu tiada dapat mnolong mereka, padahal berhala-berhala itu menjadi tentara yg disiapkan untuk mnjaga mereka.

76. 
فَلَا يَحْزُنكَ قَوْلُهُمْ ۘ إِنَّا نَعْلَمُ مَا يُسِرُّونَ وَمَا يُعْلِنُونَ

– Falaa yakhzunka qouluhum innaa na’lamu maa yusirruuna wa maa yu’linuun
– Maka janganlah ucapan mereka mnyedihkan kamu. Ssungguhnya Kami mengetahui apa yg mereka rahasiakan dan apa yang mereka nyatakan.

77. 
أَوَلَمْ يَرَ الْإِنسَانُ أَنَّا خَلَقْنَاهُ مِن نُّطْفَةٍ فَإِذَا هُوَ خَصِيمٌ مُّبِينٌ

– Awalamm yarol insaanu annaa kholaqnaahu min nuthfatin fa idzaa huwa khosiimum mubiin
– Dan apakah manusiaa tidak memperhatikan bahwa Kami mnciptakannya dari setitik air (mani), maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata.

78. 
وَضَرَبَ لَنَا مَثَلًا وَنَسِيَ خَلْقَهُ  ۖ  قَالَ مَن يُحْيِي الْعِظَامَ وَهِيَ رَمِيمٌ

– Wa dloraba lanaa matsalaw wanasiya kholqohu, qoola may yuhyil ‘idhooma wa hiya romiim
– Dan dia mmbuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannnya, ia berkata: ‘Siapakah yg dapat mnghidupkan tulang belulang, yg telah hancur luluh ?’

79. 
قُلْ يُحْيِيهَا الَّذِي أَنشَأَهَا أَوَّلَ مَرَّةٍ  ۖ  وَهُوَ بِكُلِّ خَلْقٍ عَلِيمٌ

– Qul yuhyiihal ladzii ansyaaa-ahaaa awwala marrotiw wa huwa bikulli kholqin ‘aliim
– Katakanlah: ‘Ia akan dihiidupkan oleh Tuhan yg menciptakannya kali yg pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk,

80. 
الَّذِي جَعَلَ لَكُم مِّنَ الشَّجَرِ الْأَخْضَرِ نَارًا فَإِذَا أَنتُم مِنْهُ تُوقِدُونَ

– Alladzii ja’ala lakum minasy syajaril-akhdlori naaron fa idzaa antum minhu tuuqiduun
– Yaitu Tuhan yg mnjadikan untukmu api dari kayu yang hijau, maka tiba-tiba kamu nyalakan (api) dari kayu itu.”
Note: Apa aja sih manfaat surat yasin itu ? Silahkan klik disini.

81. 
أَوَلَيْسَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِقَادِرٍ عَلَىٰ أَن يَخْلُقَ مِثْلَهُم ۚ بَلَىٰ وَهُوَ الْخَلَّاقُ الْعَلِيمُ

– Awalaisal ladzii kholaqos samaawaati wal-ardlo biqoodirin ‘alaa ayyakhluqo mitslahum balaa wahuwal khollaqul ‘alim
– Dan tidakkah Tuhan yg mnciptakan langit dan bumi itu brkuasa menciptakan yg serupa dngan itu ? Benaar, Dia berkuasa. Dan Dialah Maha Pencipta lagi Maha Mengetahui.

Surat Yasin Ayat 82

82. 
إِنَّمَا أَمْرُهُ إِذَا أَرَادَ شَيْئًا أَن يَقُولَ لَهُ كُن فَيَكُونُ

– Innamaaa amruhuu idzaa arooda syai-an ayyayaquula lahuu kun fa yakun
– Ssungguhnya keadaan-Nya apabila Dia mnghendaki sesuatu hanyalah brkata kepadanya: “Jadilah!” Maka trjadilah ia.

83. 
فَسُبْحَانَ الَّذِي بِيَدِهِ مَلَكُوتُ كُلِّ شَيْءٍ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

– Fasubhaanallladzii biyadihii malakuutu kulli syai’in wa ilaihi turja’uun
– Maka Maha Suci (Allah) yg di tangan-Nya kekuasaan atas sgala sesuatu dan kepada-Nyalah kamu dkembalikan.

Demikian informasi mengenai Surat Yasin Dan Artinya. Semoga dapat bermanfaat untuk anda baik itu Surat Yasin Dan Artinya

20 Contoh Surat Pernyataan Lengkap

Menyampaikan suatu informasi berupa sikap diri kepada orang lain kadang perlu dilakukan dengan legal formal. Kecuali menyampaikan pernyataan cinta, maka tak perlu legal formal. Cukup dengan kalimat mendayu-dayu. Tapi kalau pernyataan mengundurkan diri dari perusahaan, pernyataan kehilangan untuk laporan ke polisi, dlsb, tidak bisa seperti menyatakan surat cinta.

Karena harus legal dan formal, menuliskan surat pernyataan perlu dipelajari format-formatnya. Tidak bisa sembarangan. Bahkan tak jarang harus beserta materai Rp 6000.

Pada tulisan berikut, kita akan membahas tentang beberapa macam surat pernyataan. Semoga bermanfaat bagi pembaca.

Tujuan Surat Pernyataan

Adanya surat pernyataan dibuat agar diperlakukan dengan legal, tertib, dan punya kekuatan hukum. Terutama bila surat itu dibubuhi materai. Dengan begitu, bila ada pelanggaran atas surat pernyataan dari pihak-pihak yang bersangkutan, bisa saja urusan tersebut dibawa ke pengadilan.

Bila tak ada surat pernyataan, maka akad antara pihak-pihak yang berurusan mejadi lemah. Misalnya si A berhutang kepada B dengan nominal yang cukup besar. Hanya saja tak ada surat pernyataan hutang. Maka ketika A tidak kunjung membayar hutang, B tidak bisa menuntutnya ke pengadilan. Karena tak ada bukti yang kuat membuktikan bahwa ada kewajiban A terhadap B yang tak ditunaikan.

Selain itu, surat pernyataan juga bertujuan untuk memperlihatkan kesungguhan dari si pembuatnya. Sehingga apa yang dinyatakannya tidak dianggap remeh oleh pihak lain.

Manfaat Surat Pernyataan

Ada beberapa manfaat dari surat pernyataan ini, yaitu sebagai berikut:

1. Pihak-pihak yang terkait akan memperlakukan urusan antar mereka dengan serius. Sehingga tidak ada salah satu pihak yang mengabaikan atau meremehkannya.

2. Pihak-pihak terkait dilindungi dengan kekuatan hukum yang dimiliki dari surat pernyataan itu.

3. Adanya keseriusan dalam pelaksanaan sebuah urusan.

Kaidah Surat Pernyataan yang Baik

Tak boleh asal buat, agar menjadi surat pernyataan yang baik, setidaknya memenuhi beberapa kaidah berikut:

  1. Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Ini untuk surat pernyataan berbahasa Indonesia tentunya.
  2. Memakai kalimat yang jelas, ringkas, dan tidak bertele-tele.
  3. Terdapat identitas jelas dan lengkap dari pembuat pernyataan.
  4. Terdapat tanda tangan dari si pembuat pernyataan.
  5. Bila perlu, dibubuhkan materai Rp 6000 sebagai kekuatan legalitasnya.

Contoh Surat Pernyataan

Berikut ini beberapa contoh surat pernyataan yang mungkin berguna buat pembaca. Siapa tau bisa pembaca jiplak dengan beberapa penambahan.

Surat Pengunduran Diri dari Pekerjaan

Adalah hal yang lumrah untuk pindah kerja ke tempat yang lebih baik. Tapi sebelum kita masuk ke kantor baru, harusnya kita mengajukan permohonan resign (pengunduran diri) setidaknya satu bulan sebelumnya. Yang disebut dengan “one month notice period”.

Dan ini adalah contoh surat mengundurkan diri

Surat Pernyataan Pengunduran Diri

Jakarta, 12 Oktober 2017

Kepada,

Manajer Kandang Reptil

PT Kebun Binatang Ragunan

Dengan Hormat,

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
 

Nama: Ali Baba

Jabatan: Pengajar Renang Buaya

Bermaksud menyatakan pengunduran diri dari PT Kebun Binatang Ragunan efektif per tanggal 31 Oktober 2017.

Sebelum tanggal tersebut, saya akan melakukan “transfer knowledge” kepada karyawan yang akan menggantikan posisi saya.

Demikian surat ini saya buat.

Hormat Saya,

Ali Baba

Surat Perjanjian Hutang Piutang

Penting untuk menuliskan perjanjian utang piutang, agar tidak menjadi sengketa di kemudian hari. Pihak yang berhutang dengan gentle dan jujur menulis berapa besar utangnya, kepada siapa berutang, dan jangka waktu pembayaran.

Berikut ini contoh suratnya.

SURAT PERNYATAAN MEMILIKI UTANG

Saya yang bertanda tangan di bawah ini, dengan identitas:

Nama      : Mukidi

Alamat   : Jl Jambu No 17, Depok

No Telp: 0812345678910

Dengan ini menyatakan

Pada tanggal 12 Oktober 2017 saya telah meminjam uang kepada saudara PT Baik Hati sebesar Rp 20.000.000 (20 juta rupiah) yang akan jatuh tempo pada 1 Januari 2018.

Demikianlah surat pertanyaan ini saya buat sebagaimana kenyataannya serta tanpa gangguan ataupun paksaan dari pihak manapun.

Depok, 12 Oktober 2017

Mukidi

Surat Pernyataan Belum Menikah

Surat ini biasanya dibutuhkan ketika melamar pekerjaan yang mensyaratkan pelamarnya belum menikah.

Surat Pernyataan Belum Menikah

Saya yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama : Bujang Setia

Jenis Kelamin                  : Laki-laki

Tempat / Tanggal Lahir      : Jakarta, 30 Februari 1970

Alamat                            : Depok

Menyatakan dengan sebenar-benarnya bahwa saya sampai saat ini belum pernah menikah dengan siapapun baik secara adat, hukum agama, maupun hukum Negara dan benar-benar masih lajang.

Demikian surat pernyataan ini telah saya buat sesuai dengan keadaan yang sebenarnya dan apabila surat pernyataan ini tidak benar, maka saya bersedia dituntut sesuai dengan undang-undang dan hukum yang berlaku.

Jakarta, 12 Oktober 2017

Bujang Lapuk

Surat Pernyataan Kehilangan

Surat ini dibutuhkan ketika kita hendak melapor ke kantor polisi bahwa telah kehilangan barang.

Surat Pernyataan Kehilangan STNK

Yang bertanda tangan dibawah ini saya:

Nama                          : Untung

Jenis Kelamin               : Laki-laki

Tempat Tgl Lahir          : Jakarta, 12 Maret 1986

Kebangsaan                 : Indonesia

No.KTP                        : XXXXXXXXXXXXXX

Alamat                         : Jl Raya Bogor 21, Depok

Dengan ini saya menyatakan dengan sesungguhnya, bahwa saya pada hari Kamis, 12 Oktober 2017, telah kehilangan Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (STNKB) Honda Vario di sekitar Gedung Perkantoran

Nomor Polisi                : B XXXX SEI

Nama Pemilik               : Untung

Demikian surat pernyataan kehilangan ini, saya buat dengan sebenar – benarnya, dan bila dikemudian hari ternyata tidak benar (Lapoaran Palsu) maka saya bersedia dituntut sesuai dengan hukum yang berlaku.

Jakarta, 12 Oktober 2017

Untung

Surat Pernyataan Kesanggupan

Misalnya untuk menyatakan kesanggupan melaksanakan ikat dinas, dll. Berikut ini contohnya:

Surat Pernyataan

Saya yang bertandatangan di bawah ini:

Nama : Azzam

Tempat, Tanggal Lahir : Duri, 17 Oktober 1980

Alamat : Jl Gedung nomor 30, Jakarta

Dengan ini menyatakan kesanggupan untuk mengikuti pelatihan kepanduan dengan keharusan mendapat karantina selama 5 (lima) hari.

Bila di tengah pelatihan saya mengundurkan diri, saya bersedia membayar denda.

Demikian surat pernyataan ini saya buat.

Jakarta, 12 Oktober 2017

Azzam

Surat Pernyataan Mengakui Kesalahan

Di zaman maraknya media sosial, kadang tangan tidak terkendali untuk menulis sesuatu yang tidak patut. Seperti menghina orang lain. Sering kali berujung dengan perselisihan, hingga ancaman untuk membawa perkara tersebut ke pihak aparat.

Untuk berdamai, pihak yang melakukan kesalahan perlu membuat surat pernyataan mengakui kesalahan dan meminta maaf.

Seperti ini contohnya (sekali lagi ini hanya contoh).

Surat Pernyataan Kesalahan

Saya yang bertanda tangan di bawah ini,

Nama : Abdullah Taslim

Alamat : Jakarta

Pekerjaan : Penceramah di Radio

Dengan ini mengakui telah berbuat kesalahan karena telah menganggap Sayyid Alwi Almaliki adalah thoghutnya Mekkah dan bukan Ahlu Sunnah wal Jamaah pada saat saya menyampaikan ceramah di radio Roda, 30 Februari 2017.

Untuk itu saya meminta maaf kepada seluruh umat muslim di dunia dan berjanji tidak akan mengulangi kesalahan ini lagi.

Jakarta,

12 Oktober 2017.

Demikian informasi mengenai 20 Contoh Surat Pernyataan Lengkap. Semoga dapat bermanfaat untuk anda baik itu 20 Contoh Surat Pernyataan Lengkap

20 Contoh Daftar Pustaka, Fungsi Dan Cara Penulisan

Daftar Pustaka

Bila Anda rajin membaca buku, pasti sudah sangat akrab dengan tulisan di bagian akhir yang berisi daftar rujukan. Itu lah daftar pustaka. Sumber penulis buku tersebut mengambil bahan sebagai rujukan untuk tulisannya. Daftar pustaka ini ada pada berbagai bahan tulisan, terutama karya ilmiah.

Pengertian Daftar Pustaka

Menurut Wikipedia, daftar pustaka adalah tulisan yang tersusun di akhir sebuah karya ilmiah yang berisi nama penulis, judul tulisan, penerbit, identitas penerbit dan tahun terbit sebagai sumber atau rujukan seorang penulis.

Jadi, yang tertulis di halaman akhir memuat informasi sumber bacaan yang pembaca bisa lacak.

Fungsi Daftar Pustaka

Tentu daftar pustaka memiliki kegunaan sehingga tiap buku atau karya ilmiah wajib mencantumkannya. Berikut ini beberapa fungsi daftar pustaka:

  1. Untuk memudahkan pembaca yang ingin menelusuri sumber tulisan, misalnya untuk pendalaman materi lebih jauh.
  2. Sebagai syarat sebuah karya ilmiah yang baik
  3. Agar penulis buku tidak disebut memplagiat karya orang lain. Sehingga ia harus jujur mencantumkan dari mana asal tulisan di buku yang ia buat.
  4. Menghargai hasil karya orang lain.

Cara Penulisan Daftar Pustaka

Cara penulisan daftar pustaka ini tidaklah mengikat. Namun begitu ada aturan baku yang bisa dipatuhi, antara lain:

1. Penyusunannya mengikuti urutan abjad, dari a sampai ke z.

2. Penulisan daftar rujukan tidak menggunakan urutan huruf dan angka.

3. Terdapat ketentuan jarak spasi tertentu antar baris.

Ketika menulis informasi satu sumber bacaan, ada urutan yang perlu diperhatikan. Yaitu sebagai berikut:

1. Nama pengarang

2. Tahun Terbit buku

3. Judul Buku / Karya

4. Tempat buku diterbitkan

5. Nama Penerbit

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah:

– Tak perlu mencantumkan gelar saat menulis nama pengarang

– Penulisan nama dibalik. Nama belakang menjadi nama depan. Begitu juga dengan marga, ditulis lebih dulu. Misal: Wardhana, Indrawata. Atau Situmorang, Poltak.

– Judul buku atau karya ilmiah ditulis dengan huruf miring (italic).

– Diberi jarak dua spasi antar satu sumber dengan berikutnya.

Contoh Daftar Pustaka

1. Bila sumber rujukan dari buku

Teknik penulisannya adalah seperti contoh berikut:

a. Penulisnya satu orang

Wardhana, Veven SP. 2013. Perempuan yang Gagal Jadi Kelelawar. Jakarta: KPG (Kepustakaan Populer Gramedia)

b. Dua atau lebih nama penulis

Junaidi, Samadi, dan Rachmat Sandira. 2004. Analisis Statistika. Jakarta. PT Rineka Cipta

c. Buku yang dicetak tanpa nama penulis

Departemen Agama. 2007. Buku Nikah. Purwakarta. Departemen Agama

d. Penulisan Buku Terjemahan

Basari, Hanif (Penterjermah). 2000. Optimasi Instagram. Jakarta: Medsos Kreatif.

2. Penulisan dari Majalah

Mukijan, Mukidi. 2004. Dari Redaksi. Jakarta: Majalah Hidayah, No. 6 Thn. 04. (20 Juni-20 Juli 2004)

3. Sumber dari Internet

Wardhana, Indrawata. 2017. Cara Alami Membersihkan Karang Gigi. Bersiap.com. Diakses pada 5 Oktober 2017

Demikian informasi mengenai 20 Contoh Daftar Pustaka, Fungsi Dan Cara Penulisan. Semoga dapat bermanfaat untuk anda baik itu 20 Contoh Daftar Pustaka, Fungsi Dan Cara Penulisan